Apakah Penghuni Neraka Itu Tidak Mati-Mati Di Neraka?

Dialog Seri 7: 12

 

Tilmidzi: “Apakah neraka itu makhluk yang diciptakan oleh Allah?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan melalui firman-Nya ini:

 

Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. (Al Furqaan 12)

 

Apabila mereka dilempar ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelagak. (Al Mulk 7)

 

(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahannam: “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab: “Masih adakah tambahan?” (Qaaf 30)

 

Firman Allah di atas menunjukkan neraka dapat melihat dan berbicara. Rasulullah SAW pula menjelaskan neraka itu sebagai berikut:

 

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: Bagian depan dari neraka keluar pada hari kiamat dengan memiliki dua mata untuk melihat, memiliki dua telinga untuk mendengar dan memiliki mulut untuk berbicara.” (HR Tirmidzi)

 

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Neraka (Jahanam) itu mengadu kepada Tuhannya, lalu ia berkata: Wahai Tuhanku, sebagian dariku memakan sebagian yang lain.” Lalu Dia mengizinkan padanya dengan dua nafas: satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas. Maka kamu merasakan sangat panas di musim panas dan kamu merasakan sangat dingin di musim dingin. (HR Bukhari)

 

Firman Allah dan sunnah Rasulullah di atas menunjukkan bahwa neraka adalah makhluk ciptaan-Nya yang tidak berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain.”

 

Tilmidzi: “Untuk apakah Allah SWT menciptakan neraka?”

 

Mudariszi: “Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Maka Allah Azza wa Jalla berfirman kepada neraka: Kamu adalah siksaKu. Aku gunakan kamu untuk menyiksa siapapun yang Aku kehendaki (terkadang berfirman: Aku gunakan kamu untuk menimpakan bencana terhadap orang yang Aku kehendaki). (HR Muslim)

 

Sunnah Rasulullah di atas menunjukkan bahwa neraka itu diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk (tempat) untuk menghukum makhluk-makhluk yang durhaka atau ingkar kepada-Nya, seperti jin dan manusia, dengan hukuman berupa siksaan yang pedih dan keras. Allah SWT tidak menghukum makhluk yang durhaka kepada-Nya secara langsung, tapi melalui makhluk neraka. Neraka tidak berbeda dengan malaikat, yaitu makhluk ciptaan-Nya yang mengurus berbagai urusan semua ciptaan-Nya. Allah SWT tidak mengurus semua urusan itu secara langsung, tapi melalui makhluk malaikat. Allah SWT berfirman:

 

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. (Faathir 1)

 

Tilmidzi: “Bukankah dengan hukuman yang pedih di neraka itu membuat Allah SWT menjadi zalim kepada makhluk yang mendurhakai-Nya?”

 

Mudariszi: “Allah SWT telah menjadikan manusia sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi termasuk memakmurkan penghuni bumi. Allah SWT mengaruniakan semua yang ada di langit dan di bumi untuk manusia, dengan sebagian yang ada di bumi dijadikan-Nya sebagai kebutuhan hidup manusia ketika menjalankan amanah itu. Agar tidak salah dalam menjalankan amanah yang dapat merugikan dirinya dan makhluk lain di bumi, Allah SWT memberikan agama-Nya dan peraturan agama-Nya kepada manusia untuk diikuti. Semua itu dijelaskan oleh Allah SWT kepada manusia melalui ayat-ayat-Nya yang Dia turunkan (berikan) kepada Rasul-Rasul-Nya. Allah SWT lalu memerintahkan manusia untuk mengikuti ayat-ayat-Nya dan Rasul-Rasul-Nya ketika menjalankan amanah (atau menjalani hidupnya) agar selamat di dunia dan di akhirat. Allah SWT berfirman:

 

Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu Rasul-Rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al A’raaf 35-36)

 

Tetapi kebanyakan manusia menyombongkan dirinya terhadap ayat-ayat-Nya dengan tidak mau membacanya, sehingga mereka menjalani hidupnya dengan mengikuti nafsunya ketika memanfaatkan karunia-Nya di bumi, padahal karunia-Nya itu untuk seluruh manusia. Perbuatannya itu menjadikan banyak orang dan makhluk di bumi dirugikan dan teraniaya karena hak hidup mereka dirampas. Bahkan mereka menetapkan peraturannya sendiri guna menguasai karunia-Nya di bumi. Peraturan mereka itu bertentangan dengan peraturan agama-Nya, karena peraturan mereka hanya mementingkan mereka dan yang mengikuti mereka, sedangkan peraturan agama-Nya untuk kebaikan seluruh manusia dan makhluk. Itu berarti mereka telah mendurhakai Allah SWT dengan mengingkari ayat-ayat-Nya. Akibatnya, banyak orang dan makhluk di bumi menjadi tersesat, tersiksa, teraniaya dan terbunuh. Sementara itu mereka bersenang-senang dengan karunia-Nya di bumi mengikuti nafsunya. Pengikut mereka juga mengikutinya tanpa membaca dan memikirkan ayat-ayat-Nya karena juga memperoleh kesenangan dari peraturan mereka. Semua itu tercatat dalam buku catatan amal mereka dan buku itu membuat mereka terkejut ketika perbuatan mereka dihisab oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman:

 

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun. (Al Kahfi 49)

 

Dengan demikian, Allah SWT tidak menyiksa mereka dengan neraka, tapi mereka sendiri yang menyesatkan, menyiksa, menganiaya dan membunuh banyak orang dan makhluk dengan merubah agama-Nya dan peraturan agama-Nya. Mereka sendiri yang menyiksa dirinya dengan perbuatannya di dunia. Padahal semua itu telah dijelaskan dan diperingatkan oleh Allah SWT melalui ayat-ayat-Nya. Allah SWT berfirman:

 

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya. (Ali ‘Imran 182)

 

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Az Zukhruf 74-76)

 

Allah berfirman: “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu. Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.” (Qaaf 28-29)

 

Karena itu Allah SWT menjelaskan penghuni neraka itu sebagai berikut:

 

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al A’raaf 179)

 

Tilmidzi: “Bagaimana sifat-sifat dari para penghuni neraka itu?”

 

Mudariszi: “Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dari Iyaadl bin Himar Al Mujasyiiy, bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda dalam khutbahnya: Ahli neraka itu ada lima: orang lemah yang tidak berakal (yang dapat mencegahnya dari sesuatu yang tidak patut); orang-orang yang berada di tengah-­tengah kalian tapi tidak mengikuti keluarga atau harta; pengkhianat yang tidak menyembunyikan ketamakannya, kalau berjanji, pasti meng­ingkari; orang yang tiap pagi dan sore hanya menipu kamu tentang keluarga dan hartamu. Kemudian beliau menyebut sifat bakhil atau dusta: Orang yang suka mencaci adalah orang yang buruk akhlaknya.” (HR Muslim)

 

Dari Haritsah bin Wahb, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: Maukah kamu aku beritahu ten­tang ahli neraka? Mereka berkata: Mau. Beliau bersabda: Mereka adalah orang yang kasar, bermegah-­megahan dan sombong. (HR Muslim)

 

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: Neraka berkata: Sungguh aku diserahi terhadap tiga orang yaitu setiap orang yang angkuh lagi sombong, setiap orang yang menyembah tuhan lain beserta Allah dan orang-orang yang ahli gambar.” (HR Tirmidzi)

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW ber­sabda: Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat, yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka gunakan untuk mencambuk orang-orang; dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang menyondongkan dan condong kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak dapat membauinya, padahal bau surga itu dapat dirasakan dari jarak perjalanan sekian. (HR Muslim)

 

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda: Neraka itu dikelilingi oleh nafsu syahwat. (HR Muslim)

 

Jumlah penghuni neraka lebih banyak daripada penghuni surga; wanita adalah penghuni neraka yang paling banyak daripada laki-laki, seperti dijelaskan sunnah Rasululah ini:

 

Dari Abu Said Al Khudriy, dia berkata: Rasulullah SAW ber­sabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Hai Adam! Adam menyahut: Aku siap menerima perintahMu dan kebaikan ada di tanganMu. Allah berfirman: Keluarkanlah orang yang dikirimkan ke neraka. Adam bertanya: “Apakah orang yang dikirim ke neraka itu? Allah berfirman: Dari setiap seribu, keluarkanlah sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang. (HR Muslim)

 

Dari Imran bin Hushain dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: Aku melihat neraka, maka aku lihat sebagian besar penghuninya adalah orang-orang wanita.” (HR Bukhari)

 

Tilmidzi: “Bagaimana neraka itu?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan tentang neraka itu sebagai berikut:

 

Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning. (Al Mursalaat 32-33)

 

Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama), serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. (Al Ma’aarij 15-18)

 

Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (Al Qaari’ah 10-11)

 

Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (Al Humazah 5-9)

 

Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (Al Muddatstsir 27-29)

 

Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At Tahriim 6)

 

Rasulullah SAW menjelaskan panasnya api neraka sebagai berikut:

 

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Apimu ini yang dinyalakan manusia adalah sepertujuh puluh dari panasnya Jahanam. Para sahabat berkata: Demi Allah, api ini sudah cukup (untuk memasak dan lain-lain) ya Rasulullah. Beliau bersabda: “Sesungguhnya panas api Jahanam itu melebihi panasnya api ini dengan enam puluh sembilan bagian, masing-masing panasnya sama dengan api ini. (HR Muslim)

 

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda: Dinyalakan atas neraka Jahannam seribu tahun sehingga menjadi merah, kemudian dinyalakan atasnya seribu tahun sehingga menjadi putih, kemudian dinyalakan atasnya seribu tahun sehingga menjadi hitam, lalu neraka Jahannam hitam pekat.” (HR Tirmidzi)

 

Tilmidzi: “Bagaimana keadaan penghuni neraka setelah di neraka?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): “Rasailah azab yang membakar ini. (Al Hajj 19-22)

 

Hingga apabila Kami timpakan azab kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong. Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami. Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al Qur’an) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang dengan menyombongkan diri terhadap Al Qur’an itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari. (Al Mu’minuun 64-67)

 

Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai. Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya. Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. (An Naba’ 21-26)

 

Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). (huud 106)

 

Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar. (Al Anbiyaa’ 100)

 

Rasulullah SAW menjelaskan tentang penghuni neraka itu sebagai berikut:

 

Qatadah berkata: Aku mendengar Abu Nadlrah menceritakan hadits dari Samurah, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: Di antara mereka (penghuni neraka) ada yang dibakar sampai kedua mata kakinya, ada yang sampai ke pinggangnya dan ada yang sampai ke lehernya.” (HR Muslim)

 

Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya orang kafir menyeret lidahnya satu farsakh dan dua farsakh dalam keadaan diinjak-injak oleh orang banyak.” (HR Tirmidzi)

 

Dari Abu Said Al-Khudri dari Rasulullah SAW bersabda: Para penghuni neraka di neraka bermuka muram.” Beliau bersabda: “Mukanya dibakar api neraka, lalu bibirnya yang atas tersingsing hingga sampai di tengah kepalanya dan bibirnya yang bawah turun hingga meng­hantam perutnya.” (HR Tirmidzi)

 

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersab­da:Sesungguhnya air mendidih disiramkan atas kepala mereka, lalu air yang mendidih itu menembus hingga sampai di perutnya kemudian memotong apa yang ada di dalam perutnya hingga keluar dari kedua telapak kakinya dalam keadaan cair, kemudian dikembalikan seperti semula.” (HR Tirmidzi)

 

Siksa-Nya yang paling ringan bagi penghuni neraka itu seperti dijelaskan sunnah Rasulullah berikut ini:

 

Dari An Numan bin Basyir, dia berkata: Rasu­lullah SAW bersabda: Ahli neraka yang paling ringan siksanya, ialah orang yang mempunyai sepasang terompah berikut talinya dari api, yang bisa membuat otaknya mendidih, sebagaimana periuk mendidih. Dia menganggap tak ada seorangpun yang mendapatkan siksa lebih hebat daripadanya, padahal sebenarnya dialah yang paling ringan siksanya. (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Bagaimana makanan dan minuman para penghuni neraka?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan makanan penghuni neraka sebagai berikut:

 

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. (Al Ghaasyiyah 1-7)

 

Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu. Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah. Dan mereka terus menerus mengerjakan dosa yang besar. Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? Apakah Bapak-Bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?” Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal. Kemudian sesungguhnya kamu, hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon Zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan. (Al Waaqi’ah 41-56)

 

Sesungguhnya pohon Zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas. (Ad Dukhaan 43-46)

 

Sesungguhnya Kami menjadikan pohon Zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon Zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. (Ash Shaaffaat 63-67)

 

Sedangkan minuman penghuni neraka itu dijelaskan-Nya sebagai berikut:

 

Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. (Al An’aam 70)

 

Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (Al Kahfi 29)

 

Rasulullah SAW menjelaskan makanan dan minuman penghuni neraka sebagai berikut:

 

Dari Abu Umamah dari Rasulullah SAW dalam menafsiri firman Allah: Dia diberi minuman dengan air bercampur nanah dan darah. Dia akan meminumnya ” (surat Al Haaqqah ayat 36-37). Beliau bersabda: Air yang bercampur nanah itu didekatkan pada mulutnya lalu ia memben­cinya. Apabila nanah itu didekatkan kepadanya, maka nanah itu membakar mukanya (karena panasnya) dan jatuhlah kulit kepalanya, apabila ia meminumnya, maka terpotong-potong perut besarnya hingga keluar dari dubur­nya. Allah berfirman:Mereka diberi minuman dari air yang mendidih sehingga terpotong-potong perut besarnya” (surat Muhammad ayat 15), dan Dia berfirman: Dan apabila mereka minta tolong niscaya akan ditolong dengan air yang menyerupai minyak yang keruh yang memanggangkan muka, seburuk-buruk minuman dan neraka seburuk-buruk tempat kediaman.” (surat Al Kahfi ayat 29).” (HR Timidzi)

 

Dari Ummi Darda dari Abu Darda berkata: Rasulullah SAW bersabda: Lapar dicampakkan kepada penghuni neraka, maka siksa lapar membandingi siksa lain yang telah menimpa mereka, lalu mereka minta tolong, maka ditolong dengan makanan berupa pohon yang berduri yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar, lalu minta tolong untuk diberi makanan lagi, maka di tolong dengan makanan yang tersekat di kerongkongan dengan minuman, lalu mereka minta tolong untuk diberi minuman, maka air yang mendidih diserahkan kepada mereka dengan penyapit besi. Apalagi air panas itu dekat dengan muka mereka, niscaya membakar muka-muka mereka, apabila air itu masuk di perut mereka, niscaya air itu memotong-motong apa yang ada di perut mereka, lalu mereka berkata:Panggillah para penjaga neraka Jahannam.” Kemudian penjaga Jahannam berkata: Apakah para Rasul tidak datang kepadamu dengan membawa keterangan? Mereka menjawab: Ya.” Para penjaga Jahan­nam berkata: Panggillah, dan tiada panggilan orang-orang kafir kecuali dalam kesesatan.” Rasulullah SAW bersabda: Mereka berkata: panggillah malaikat Malik! Mereka berkata:Hai Malik! Mintalah kepada Tuhan­mu agar Dia mematikan kami.” Rasulullah SAW bersabda:Malik menjawab mereka: Sesungguhnya kamu hidup abadi.” Al Amasy berkata: Aku diberi tahu bahwa jarak waktu antara panggilan mereka dan antara jawaban Malik kepada mereka adalah seribu tahun. Rasulullah SAW bersabda:Mereka berkata panggilah Tuhanmu, karena tidak ada seorang pun yang lebih baik dari pada Tuhanmu! Lalu mereka berkata: Wahai Tuhan kami, na­sib buruk telah mendahului kami dan sungguh kami kaum yang tersesat. Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari neraka lalu jika kami kembali dalam kesesatan sungguh kami orang-orang yang zhalim. Beliau bersabda: Allah menjawab mereka: Pergilah padanya (tinggallah di neraka) dan jangan bicara kepadaKu.” Beliau bersabda: Pada saat itu mereka putus asa dari segala usaha yang dapat menyelamatkan mereka dan pada saat itu pula mereka memulai dalam suara yang keras, penyesalan dan kecela­kaan.” (HR Tirmidzi)

 

Tilmidzi: “Apakah para penghuni neraka itu saling bertemu, berbicara dan bertengkar?”

 

Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka: “Demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam. Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa. Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at seorangpun. Dan tidak pula mempunyai teman yang akrab. Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman. (Asy Syu’araa’ 96-102)

 

Maka sesungguhnya Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami. Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina. (Fushshilat 27-29)

 

Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari.” Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu Rasul-Rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang.” Penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdoalah kamu.” Dan do’a orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka. (Al Mu’min 49-50)

 

Dan Rasulullah SAW pula menjelaskan tentang hal tersebut sebagai berikut:

 

Dari Abu Wail, dia berkata Usamah berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Kelak di hari kiamat orang laki-laki didatangkan lalu dilemparkan ke dalam neraka. Maka usus-ususnya muntah di neraka, lalu dia memutarinya seperti keledai memutari gilingannya (menggiling). Maka para penghuni neraka berkumpul padanya. Mereka berkata: Hai Polan, bagaimanakah keadaanmu? Bukankah kamu dahulu (di dunia) memerintahkan kebaikan (amar maruf) kepada kami dan melarang kemungkaran (nahi munkar) kepada kami? Orang itu menjawab: Dulu aku memerintahkan kebaikan kepada kali­an, sedang aku tidak melaksanakannya dan aku melarang kemungkaran kepada kalian, sedang aku melanggarnya.” (HR Bukhari)

 

Tilmidzi: “Apakah penghuni neraka berbicara dengan penghuni surga?”

 

Mudariszi: “Ya! Surga itu berada di atas neraka, sehingga penghuni surga dapat melihat penghuni neraka; dan kedua penghuni itu saling berbicara. Allah SWT berfirman:

 

Kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian. (Al Muddatstsir 39-47)

 

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu.” Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau dan kehidupan dunia telah menipu mereka.” Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (Al A’raaf 50-51)

 

Tilmidzi: “Apakah neraka akan ditutup setelah jin dan manusia yang berdosa telah masuk semua ke neraka?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menutup neraka setelah semua jin dan manusia yang berdosa berada di neraka dan orang-orang yang memiliki sedikit iman kepada-Nya dikeluarkan dari neraka untuk dimasukan ke surga. Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dari Abu Said Al Khudriy, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Allah memasukkan ahli surga ke dalam surga, Dia masuk­kan siapa saja yang Dia kehendaki dengan rahmatNya. Dan Dia masuk­kan ahli neraka ke dalam neraka. Kemudian Dia berfirman: Tengoklah, siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat iman meski hanya seberat biji sawi, maka keluarkanlah! Lalu dikeluarkanlah dari neraka sekumpulan orang yang telah hangus. Mereka dilempar ke dalam sungai kehidupan. Merekapun tumbuh di dalam sungai itu sebagaimana tumbuhan kecil tumbuh di tepi air bah. Bukankah kalian pernah melihat tumbuhan itu bagaimana dia keluar dalam warna kuning yang terbungkus. (HR Muslim)

 

Dari Abdullah bin Masud, dia berkata:Rasulul­lah SAW bersabda: “Sungguh, aku benar-benar tahu ahli neraka yang keluar terakhir dari sana dan ahli surga yang terakhir masuk ke dalam surga, yaitu seseorang yang keluar dari neraka dengan merangkak. Lalu Allah Taala berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga. Diapun mendatangi surga, tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh, maka dia kembali dan berkata: Wahai Tuhanku, aku temukan surga itu penuh. Allah Taala berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga. Dia men­datangi surga, tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh, maka dia kembali dan berkata: Wahai Tuhanku, aku temukan surga itu penuh. Allah berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga. Karena sesung­guhnya menjadi milikmu semisal dunia dan sepuluh kali kelipatannya (atau: sesungguhnya bagimu sepuluh kali lipat dunia). Orang itu ber­kata: Apakah Engkau mengejekku (atau: mentertawakanku), sedangkan Engkau adalah Maha Raja? Abdullah bin Masud berkata: Aku benar-benar melihat Rasulul­lah SAW tertawa sampai kelihatan gigi geraham beliau. Dikatakan: Itu adalah ahli surga yang paling rendah kedudukan­nya.” (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Apakah para penghuni neraka itu tidak akan mati-mati dan tetap hidup kekal di neraka?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan melalui firman-Nya ini:

 

Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (At Taghaabun 10)

 

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (Al Bayyinah 6)

 

Mereka kekal di neraka menunjukkan penghuni neraka akan tetap hidup dan tidak mati-mati di neraka, dan hal itu dijelaskan pula firman-Nya ini:

 

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka berseru: “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.” Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini). (Az Zukhruf 74-77)

 

Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. (Al A’laa 11-13)

 

Setelah Allah SWT menutup surga dan neraka, Dia membunuh malaikat maut, sehingga penghuni surga dan neraka tidak akan mati (atau hidup kekal) di surga atau di neraka. Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dari Abu Said, ia berkata: Rasulullah SAW ber­sabda: Pada hari kiamat maut didatangkan berupa seperti kambing gibas yang belang (Abu Kuraib dalam periwayatannya menambahkan: lalu dihentikan di antara surga dan neraka) kemudian diserukan: Hai ahli surga, apakah kalian mengenali ini? Mereka mendongak dan memandang lalu berkata: Ya, itu adalah maut. Kemudian diserukan: Hai ahli neraka, apakah kalian mengenali ini? Mereka mendongak dan me­lihat lalu berkata: Ya, itu maut. Lantas diperintahkan agar maut itu disembelih, lalu diserukan: Hai ahli surga, kalian tetap kekal, tidak akan mati; dan hai ahli neraka, kalianpun kekal, tidak akan mati. Kemudian Rasulullah SAW membaca: Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, yaitu ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak pula beriman. (surat Maryam ayat 39). Kemudian beliau menunjuk dunia dengan tangan be­liau. (HR Muslim)

 

Wallahu a’lam.

Leave a Reply