Dialog Seri 7: 11
Tilmidzi: “Bagaimana orang-orang kafir (berdosa) setelah diputuskan oleh Allah SWT balasan di neraka?”
Mudariszi: “Orang-orang kafir telah diputuskan oleh Allah SWT mendapat balasan ditempatkan di neraka. Di samping itu, Allah SWT menetapkan tidak memberikan syafaat kepada mereka. Allah SWT berfirman:
Dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga. Mereka tidak berhak mendapat syafa’at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah. (Maryam 86-87)
Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya. (Al Mu’min 18)
Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman: “Panggillah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu.” Mereka lalu memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka, dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka). Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling daripadanya. (Al Kahfi 52-53)
Allah SWT menjelaskan keadaan orang-orang kafir pada waktu itu melalui firman-Nya berikut ini:
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan.” Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab: “Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini disebabkan kamu mengingkari(nya).” (Al An’aam 27-30)
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripadaku: “Sesungguhnya akan Aku penuhi nereka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. Maka rasailah oleh (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.” (As Sajdah 12-14)
Tilmidzi: “Bagaimana dengan jin-jin kafir (syaitan) setelah dihisab-Nya?”
Mudariszi: “Jin-jin kafir atau syaitan dari golongan jin yang membuat banyak manusia menjadi sesat atau kafir. Allah SWT berfirman:
Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” (Al An’aam 128)
Tapi kesalahan tidak seharusnya karena jin-jin kafir saja, karena orang-orang kafir itu juga yang langsung mempercayai bisikan-bisikan syaitan (jin-jin kafir) tanpa mau membaca (memperhatikan) ayat-ayat-Nya yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Allah SWT berfirman:
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Qur’an itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Qur’an itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: “Sesungguhnya telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?” Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan. (Al A’raaf 53)
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mu’min) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).” (Yaasiin 59-63)
Karena itulah jin-jin kafir lalu membela dirinya, seperti yang dijelaskan oleh Allah SWT melalui firman-Nya ini:
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan akupun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” (Ibrahim 22)
(Syaitan) yang menyertai dia berkata (pula): “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” Allah berfirman: “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu.” Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku. (Qaaf 27-29)
Sebagian orang-orang kafir lalu mengakui kesalahannya tersebut, seperti dijelaskan firman-Nya ini:
Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian yang lain dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami.” Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain).” (Al An’aam 128)
Sehingga orang-orang kafir ketika itu mengharapkan agar mereka dan syaitan (jin-jin kafir) itu menjadi berjarak sebagai berikut:
Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di hari kiamat), dia berkata: “Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia).” (Harapan itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu. (Az Zukhruf 38-39)
Tilmidzi: “Apakah di antara orang-orang kafir (berdosa) itu saling salah menyalahkan atau saling bertengkar?”
Mudariszi: “Ya! Mereka saling bertengkar. Allah SWT berfirman:
Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Qur’an ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya.” Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebahagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Kalau tidaklah karena kamu, tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman.” Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: “Kamikah yang telah menghalangimu kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa.” Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak), sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Saba’ 31-33)
Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya. (Kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.” Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian), karena sesungguhnya mereka akan ditanya: “Kenapa kamu tidak tolong menolong?” Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri. Sebahagian dari mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan. Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan.” Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah yang tidak beriman. Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas. Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu). Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.” Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab. Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. Dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan Rasul-Rasul (sebelumnya). Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih. Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan. (Ash Shaaffaat 21-39)
Tilmidzi: “Bagaimana orang-orang kafir (berdosa) itu dibawa ke neraka?”
Mudariszi: “Tangan orang-orang kafir itu diikat, dibelenggu dan dirantai ke lehernya masing-masing, lalu diseret ke neraka. Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. (Al Insaan 4)
Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang bernyala-nyala, dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih. (Al Muzzammil 12-13)
Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. (Ibrahim 49)
(Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.” (Al Haaqqah 30-32)
Di antara orang-orang kafir itu ada yang diseret di atas mukanya masing-masing. Allah SWT berfirman:
Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. (Al Israa’ 97)
Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahannam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. (Al Furqaan 34)
Orang-orang kafir yang diseret di atas mukanya itu diseret dengan berjalan, seperti dijelaskan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut:
Dari Anas bin Malik, bahwa seorang lelaki bertanya: “Ya Rasulullah! Bagaimana orang kafir digiring di atas wajahnya pada hari kiamat?” Jawab Rasulullah SAW: “Bukankah Dzat yang membuatnya berjalan di atas kedua kakinya di dunia juga kuasa membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari kiamat?” (HR Muslim)
Jin-jin kafir juga diseret ke neraka, seperti dijelaskan firman-Nya ini:
Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka). (Ash Shaaffaat 158)
Tilmidzi: “Bagaimana keadaan orang-orang kafir setelah melihat neraka?”
Mudariszi: “Keadaan neraka Jahannam ketika didatangi oleh orang-orang kafir adalah seperti dijelaskan sunnah Rasulullah ini:
Dari Abdullah, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari itu Jahanam didatangkan, ia mempunyai tujuh puluh ribu kendali dan setiap satu kendali dipegang oleh tujuh puluh ribu malaikat yang menariknya.” (HR Muslim)
Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Bagian depan dari neraka keluar pada hari kiamat dengan memiliki dua mata untuk melihat, memiliki dua telinga untuk mendengar dan memiliki mulut untuk berbicara. Ia (neraka) berkata: “Sungguh aku diserahi terhadap tiga orang, yaitu setiap orang yang angkuh lagi sombong, setiap orang yang menyembah tuhan lain beserta Allah, dan orang-orang yang ahli gambar.” (HR Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda: “Apimu ini yang dinyalakan oleh anak (keturunan) Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panas neraka Jahannam.” Para sahabat bertanya: “Demi Allah, api itu (dunia) cukup wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya api Jahannam dilipatkan dari api dunia dengan enam puluh sembilan bagian. Masing-masing bagian panasnya sama dengan panas api dunia.” (HR Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda: “Dinyalakan atas neraka Jahannam seribu tahun sehingga menjadi merah, kemudian dinyalakan atasnya seribu tahun sehingga menjadi putih, kemudian dinyalakan atasnya seribu tahun sehingga menjadi hitam, lalu neraka Jahannam hitam pekat.” (HR Tirmidzi)
Sehingga orang-orang kafir setelah berhadapan dengan neraka Jahannam tersebut menjadi sebagai berikut:
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. (Asy Syuura 45)
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (dikatakan kepada mereka): “Bukankah (azab) ini benar?” Mereka menjawab: “Ya benar, demi Tuhan kami.” Allah berfirman: “Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar.” (Al Ahqaaf 34)
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan, karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik.” (Al Ahqaaf 20)
Tilmidzi: “Bagaimana orang-orang kafir (berdosa) itu memasuki neraka?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan ketika orang-orang kafir yang menyekutukan-Nya itu memasuki neraka melalui firman-Nya ini:
Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat. Dan dikatakan kepada mereka: “Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya) selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?” Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat dan bala tentara Iblis semuanya. (Asy Syu’araa’ 91-95)
Allah berfirman: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat enggan melakukan kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.” (Qaaf 24-26)
Rasulullah SAW menjelaskan orang-orang kafir yang menyekutukan-Nya dilempar ke neraka sebagai berikut:
Dari Abu Said Al Khudriy, bahwa kaum muslimin di zaman Rasulullah SAW pada bertanya dan Rasulullah SAW bersabda: “Ketika hari kiamat terjadi, ada penyeru yang mengumumkan: “Setiap ummat hendaklah mengikuti apa yang dulu disembah.” Maka tidak tersisa seorangpun yang dulu menyembah selain Allah yakni berhala-berhala, kecuali mereka berjatuhan ke dalam neraka. Sampai ketika yang tinggal hanya orang-orang yang dulu menyembah Allah yang terdiri dari orang baik, orang jahat dan sisa-sisa Ahli Kitab, maka dipanggillah orang-orang Yahudi. Kepada mereka ditanyakan: “Apa yang dulu kalian sembah?” Mereka menjawab: “Kami menyembah Uzair bin Allah.” Dikatakan: “Kalian dusta! Allah tidak menjadikan seorangpun sebagai sahabat atau anak. Lalu apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab: “Kami haus, wahai Tuhan kami, berilah kami minum.” Lalu diisyaratkan kepada mereka: “Kenapa kalian tidak datang ke sana?” Mereka digiring ke neraka, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang sebagiannya menghancurkan sebagian yang lain. Merekapun berjatuhan ke dalam neraka. Kemudian orang-orang Nasrani dipanggil. Kepada mereka ditanyakan: “Apa yang dulu kalian sembah?” Mereka menjawab: “Kami menyembah Al Masih bin Allah.” Dikatakan kepada mereka: “Kalian dusta! Allah tidak menjadikan seorangpun sebagai sahabat atau anak. Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab: “Kami haus, wahai Tuhan, berilah kami minum.” Lalu ditunjukkan kepada mereka: “Kenapa kalian tidak datang ke sana?” Mereka digiring ke neraka Jahannam seolah-olah neraka itu fatamortana yang sebagiannya menghancurkan sebagian yang lain. Mereka pun berguguran ke dalam neraka.” (HR Muslim)
Allah SWT lalu melempar orang-orang kafir yang lainnya ke neraka, seperti yang dijelaskan firman-Nya ini:
Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan. Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya. (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya? Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat? Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” (Ath Thuur 11-16)
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (Al Humazah 1-9)
Tilmidzi: “Bagaimana orang-orang kafir itu setelah memasuki neraka?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-Rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang).” Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. (Az Zumar 71-72)
(Dikatakan kepada mereka): “Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka).” (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): “Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka.” Pengikut-pengikut mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap.” Mereka berkata (lagi): “Ya Tuhan kami, barangsiapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka.” Dan (orang-orang durhaka) berkata: “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina). Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?” Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni neraka. (Shaad 59-64)
Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka: “Demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam. Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa. Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at seorangpun, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab. Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.” (Asy Syu’araa’ 96-102)
Tilmidzi: “Bagaimana neraka setelah dimasuki oleh orang-orang kafir itu?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilempar ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelagak. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” Mereka menjawab: “Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.” Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” Mereka mengetahui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. (Al Mulk 6-11)
Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka disana mengharapkan kebinasaan. (Akan dikatakan kepada mereka): “Jangan kamu sekalian mengharapkannya satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak.” (Al Furqaan 12-14)
(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahannam: “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab: “Masih adakah tambahan?” (Qaaf 30)
Wallahu a’lam.