Dialog Seri 7: 14
Tilmidzi: “Apakah surga itu makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT?”
Mudariszi: “Seperti neraka yang merupakan makhluk, maka surga juga makhluk ciptaan-Nya. Hal itu dijelaskan sunnah Rasulullah ini:
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Neraka berdebat dengan surga, maka neraka berkata: “Aku diutamakan untuk ditempati orang-orang yang takabur dan zalim.” Lalu surga berkata: “Mengapa yang memasuki aku hanya orang-orang yang lemah, hina dan yang miskin saja?” Maka Allah berfirman kepada surga: “Kamu adalah rahmat–Ku, Aku beri rahmat dengan kamu siapapun yang Aku kehendaki.” (HR Muslim)
Surga diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk (tempat) bagi makhluk-makhluk yang patuh dan taat kepada-Nya, contohnya yaitu jin dan manusia yang beriman (bertakwa). Mereka itu adalah khalifah-khalifah yang menjalani hidupnya (melaksanakan amanah) di dunia dengan taat mengikuti syariat (peraturan) agama-Nya. Mereka selalu menegakkan agama-Nya dari musuh-musuh-Nya yang mau melenyapkan agama-Nya. Mereka selalu menegakkan kebenaran dan berlaku adil kepada semua makhluk dalam menetapkan haknya masing-masing yang diperoleh dari karunia-Nya di bumi. Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al Maa-idah 8-9)
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana ‘Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (Ash Shaff 14)
Mereka berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwanya dalam menegakkan agama-Nya dan menegakkan keadilan mengikuti agama-Nya agar mendapatkan rahmat-Nya hingga diberikan-Nya balasan dengan surga. Mereka mengikuti firman-Nya ini:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (Al Hujuraat 15)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad dijalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah 218)
Rasulullah SAW menjelaskan tentang rahmat-Nya tersebut sebagai berikut:
Dari Aisyah isteri Rasulullah SAW, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Berusahalah benar, mendekatlah dan bergembiralah! Karena, tidak seorangpun dimasukkan ke dalam surga oleh amalnya.” Para sahabat bertanya: “Tidak juga engkau, ya Rasulullah?” Rasulullah SAW bersabda: “Tidak juga aku, kecuali jika Allah melimpahiku dengan rahmat dari–Nya. Dan ketahuilah, bahwa amal yang paling disukai Allah adalah amal yang paling langgeng (dilakukan terus) meskipun sedikit.” (HR Muslim)
Tilmidzi: “Bagaimana surga itu?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan surga itu sebagai berikut:
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Al Bayyinah 8)
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua surga itu mempunyai pohon-pohon dan buah-buahan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. (Ar Rahmaan 46-52)
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (Ar Rahmaan 62-68)
Rasulullah SAW menjelaskan tentang surga tersebut sebagai berikut:
Dari Abu Bakr bin Abdillah bin Qais dari ayahnya dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Ada dua surga dari perak, wadah-wadahnya dan segala isinya. Ada pula surga dari emas, wadah-wadahnya dan segala isinya.” (HR Muslim)
Tilmidzi: “Apakah surga itu seperti langit dan bumi?”
Mudarisizi: “Surga berbeda dengan dunia (langit dan bumi). Apa yang manusia peroleh di dunia, ada pula di surga, tapi yang ada di surga jauh lebih baik daripada yang ada di dunia. Contoh seperti dijelaskan firman-Nya dan sunnah Rasulullah berikut ini:
(Penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. (Muhammad 15)
Dari Hakim bin Muawiyah, dari ayahnya dari Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di surga ada lautan air, lautan madu, lautan air susu dan lautan arak, kemudian sungai-sungai itu dialirkan setelah penghuni surga telah memasukinya.” (HR Tirmidzi)
Dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW dan ia berkata: “Wahai Rasulullah apakah di surga ada kuda?” Beliau menjawab: “Jika Allah memasukkanmu ke dalam surga, maka kamu tidak berkehendak untuk dibawa di atas kuda dari yaqut merah yang menerbangkanmu di surga kemana saja kamu kehendaki kecuali terlaksana.” Perawi berkata: “Seorang bertanya kepada beliau, ia berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di surga ada unta?” Perawi berkata: “Beliau tidak menjawab kepadanya seperti apa yang beliau sabdakan kepada temannya, beliau bersabda: “Jika Allah memasukkanmu ke dalam surga, niscaya di dalamnya kamu mendapatkan apa saja yang diinginkan oleh nafsumu dan dirasa lezat oleh matamu.” (HR Tirmidzi)
Bahkan manusia dapat memperoleh apa saja yang dikehendakinya di surga dan yang tidak ada di dunia, seperti dijelaskan firman-Nya dan sunnah Rasulullah berikut ini:
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. (Yunus 26)
Di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. (An Nahl 31)
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Allah Azza wa Jalla berfirman: “Aku sediakan untuk hamba-hamba–Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbesit di hati manusia sebagai simpanan. Tinggalkan apa yang telah diperlihatkan Allah kepadamu.” Kemudian beliau membaca ayat: “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata.” (surat As Sajdah ayat 17). (HR Muslim)
Dari Anas bin Malik dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Dan di surga masih selalu ada sisa tempat sehingga Allah menciptakan makhluk untuknya lalu menempatkannya di tempat yang masih kosong di surga itu.” (HR Muslim)
Allah SWT menciptakan, misalnya, bidadari di surga, yaitu perempuan yang jauh lebih bagus, cantik dan jelita daripada perempuan di dunia. Allah SWT berfirman:
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. (Ar Rahmaan 70)
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. (Ar Rahmaan 58)
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. (Ar Rahmaan 72)
Di antara bidadari itu ada yang diciptakan-Nya di surga, mereka tidak pernah disentuh oleh jin dan manusia di dunia, seperti dijelaskan firman-Nya dan sunnah Rasulullah ini:
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. (Ar Rahmaan 56)
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. (Ar Rahmaan 74)
Dari An Nu’man bin Sa’ad dari Ali berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di surga ada tempat kumpul bagi bidadari, mereka mengangkat suara mereka dengan nyanyian yang tidak pernah makhluk mendengar nyanyian seperti nyanyiannya. Mereka berkata: “Kami wanita abadi, tidak mati dan kami wanita yang bahagia tidak sengsara, dan kami wanita yang senang tidak pernah marah. Beruntunglah orang yang untuk kami dan kami untuknya.” (HR Tirmidzi)
Allah SWT juga menyempurnakan perempuan dunia yang menjadi penghuni surga sebagai bidadari, sehingga perempuan itu dipenuhi oleh berbagai hal yang menarik hati pemiliknya. Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Dari Abdullah bin Mas’ud, dari Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya wanita ahli surga dapat dilihat betis kakinya yang putih dari balik tujuh puluh pakaian hingga tampak otaknya. Demikian itu karena Allah telah berfirman: “Seolah-olah mereka (bidadari) itu yaqut dan marjan.” (surat Ar Rahmaan ayat 58). Adapun yaqut adalah batu yang seandainya kamu masukkan benang di dalamnya kemudian kamu bersihkan niscaya kamu melihatnya dari baliknya.” (HR Tirmidzi)
Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di surga itu ada pasar yang didatangi oleh penghuni surga tiap Jum’at. Kemudian bertiuplah angin syimaal (angin yang membawa hujan). Angin itu mengusap wajah dan pakaian mereka, maka mereka bertambah elok dan cantik. Lalu mereka kembali kepada keluarga mereka, sedangkan mereka telah bertambah elok. Maka keluarga mereka berkata: “Demi Allah, kalian sekarang bertambah elok dan cantik.” Mereka membalasnya dengan berkata: “Dan kalian, demi Allah, sekarang bertambah elok dan cantik pula.” (HR Muslim)
Tilmidzi: “Bagaimana para penghuni surga itu ketika memasuki surga?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu melalui firman-Nya ini:
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Al Fajr 27-30)
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka, dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga dimana saja yang kami kehendaki.” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (Az Zumar 73-74)
“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.” (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. “Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan.” Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan. (Az Zukhruf 68-73)
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.” (An Nahl 30-32)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.” Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (Al Hijr 45-48)
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yaasiin 55-58)
Tilmidzi: “Bagaimana Allah SWT menempatkan para penghuni surga?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka di kelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (Al Waaqi’ah 10-26)
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan sebagian besar pula dari orang yang kemudian. (Al Waaqi’ah 27-40)
Tilmidzi: “Siapakah penghuni surga yang tertinggi tempatnya di surga?”
Mudariszi: ‘Penghuni surga yang paling tinggi tempat kedudukannya di surga, yaitu para Nabi, seperti yang dijelaskan sunnah Rasulullah ini:
Dari Abu Sa’id Al Khudriy, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya penghuni surga berusaha melihat penghuni ghurfah di atas mereka sebagaimana mereka berusaha melihat bintang yang bercahaya bagaikan mutiara yang hampir tenggelam di ufuk timur dan barat karena terpautnya keutamaan di antara mereka.” Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, ghurfah itu adalah tempat para Nabi, selain mereka tidak bisa sampai ke tempat itu.” Sabda beliau: “Memang! Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam kekuasaan–Nya, (ada yang sampai ke tempat itu, yaitu) orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para utusan.” (HR Muslim)
Tilmidzi: “Bagaimana kehidupan para penghuni surga di surga?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasaan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji. (Al Hajj 23-24)
(Bagi mereka) surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.” (Faathir 33-35)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak. (An Naba’ 31-36)
Banyak muka pada hari itu berseri-seri, merasa senang karena usahanya, dalam surga yang tinggi, tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar. (Al Ghaasyiyah 8-16)
Dan Rasulullah SAW menjelaskan pula tentang hal itu sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Orang yang masuk surga akan selalu merasakan nikmat, tidak akan tertimpa bencana. Pakaiannya tidak akan usang dan akan tetap muda.” (HR Muslim)
Dari Mu’adz bin Jabal bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ahli surga masuk surga halus kulit, muda, bercelak, berumur tiga puluh tahun atau tiga puluh tiga tahun.” (HR Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Sisir mereka dari emas, dupanya dari kayu gaharu dan keringatnya seperti minyak misik. Bentuk mereka sama, yaitu menyamai tinggi moyang mereka, Adam, yakni enam puluh dzira.” (HR Muslim)
Dari Jabir, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya penghuni surga itu makan dan minum juga, tetapi mereka tidak meludah, tidak kencing, tidak berak dan tidak beringus.” Para sahabat bertanya: “Lalu, bagaimana makanannya?” Beliau bersabda: “Serdawa dan keringat, seperti rembesan minyak misik. Mereka diberi ilham agar bertasbih dan bertahmid sebagaimana mereka diberi ilham agar bernafas.” (HR Muslim)
Tilmidzi: “Apakah penghuni surga dapat bertemu dengan keluarganya yang pada waktu di dunia?”
Mudariszi: “Ya! Selama semua anggauta keluarga itu beriman dan bertakwa kepada-Nya ketika di dunia. Tapi mereka tidak lagi berkumpul dalam satu keluarga seperti ketika di dunia. Dan hal itu dijelaskan oleh Allah SWT melalui firman-Nya berikut ini:
Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari Bapak-Bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar Ra’d 19-24)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.” Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa. Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan. Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.” (Ath Thuur 17-28)
Tilmidzi: “Apakah penghuni surga dapat melihat kawannya di neraka?”
Mudariszi: “Ya! Karena neraka itu berada di bawah surga, maka penghuni surga dapat melihat kawan-kawannya yang menjadi penghuni neraka. Allah SWT berfirman:
Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. (Al Muthafffifiin 34-35)
Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa), mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan. Di dalam surga-surga yang penuh nikmat. Di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik. Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman yang berkata: “Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)? Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?” Berkata pulalah ia: “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?” Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala. Ia berkata pula: “Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku; jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka). Maka apakah kita tidak akan mati? Melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia saja), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)? Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.” (Ash Shaaffaat 40-61)
Tilmidzi: “Apakah penghuni surga dapat melihat Allah SWT?”
Mudariszi: “Ya! Dan Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Dari Abu Said Al Khudriy, bahwa kaum muslimin di zaman Rasulullah SAW pada bertanya: “Ya Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami nanti pada hari kiamat?” Rasulullah SAW bersabda: “Ya! Apakah menyulitkan kalian melihat matahari di siang hari yang cerah yang tidak ada awan sedikitpun? Apakah menyulitkan kalian melihat bulan pada malam purnama yang cerah tanpa ada awan sedikitpun?” Kaum muslimin menjawab: “Tidak, ya Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda: “Kalian tidak akan mengalami kesulitan dalam melihat Allah Ta’ala pada hari kiamat, sebagaimana kalian tidak mengalami kesulitan dalam melihat salah satu dari matahari dan bulan.” (HR Muslim)
Dari Shuhaib dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Apabila ahli surga sudah masuk surga, maka Allah Ta’ala berfirman: “Apakah kalian menginginkan sesuatu yang dapat Aku tambahkan kepada kalian?” Mereka menjawab: “Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke surga dan menyelamatkan kami dari neraka?” Lalu Allah menyingkapkan tirai, maka tidak ada sesuatupun yang telah diberikan kepada mereka yang lebih mereka sukai daripada memandang kepada Tuhan mereka Azza wa Jalla.” Setelah itu Rasulullah SAW membaca ayat berikut ini (surat Yunus ayat 26): “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (yaitu kenikmatan melihat Allah).” (HR Muslim)
Dari Israil dari Tsuwair, ia berkata: “Aku mendengar Ibnu Umar berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang ahli surga yang paling rendah kedudukannya adalah orang yang melihat pada kebunnya, istrinya, kenikmatannya, para pembantunya dan kesenangannya perjalanan seribu tahun. Orang ahli surga yang termulia di sisi Allah adalah orang yang dapat melihat wajah Tuhannya pagi dan sore, kemudian Rasulullah SAW membaca ayat: “Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada waktu itu berseri-seri, kepada Tuhannyalah mereka melihat.” (surat Al Qiyaamah ayat 22-23). (HR Tirmidzi)
Tilmidzi: “Jika demikian, apakah Allah SWT meridhai para penghuni surga?”
Mudariszi: “Allah SWT meridhai penghuni surga dan penghuni surga meridhai-Nya pula. Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (Al Bayyinah 7-8)
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (Al Haaqqah 21-24)
Rasulullah SAW pula menjelaskan hal tersebut sebagai berikut:
Dari Abu Sa’id Al Khudriy, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman kepada penghuni surga: “Hai penghuni surga!” Mereka menjawab: “Ya, Tuhan kami. Segala kebaikan ada di tangan–Mu.” Dia berfirman: “Apakah kalian sudah ridha?” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak ridha, wahai Tuhan, padahal Kamu telah memberi kami sesuatu yang tidak Kamu berikan kepada seorangpun dari makhluk–Mu.” Dia berfirman lagi: “Maukah kalian Aku beri yang lebih utama dari itu?” Mereka berkata: “Wahai Tuhan, apakah yang lebih utama dari pada itu?” Dia berfirman: “Aku turunkan kepadamu keridhaan–Ku, maka sesudah itu Aku tidak akan marah kepadamu selamanya.” (HR Muslim)
Tilmidzi: “Apakah para penghuni surga itu tidak akan mati-mati?”
Mudariszi: “Ya! Dan Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (Al Ahqaaf 13-14)
Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (yaitu) surga ‘Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan). (Thaahaa 75-76)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran). Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. (Ad Dukhaan 51-57)
Rasulullah SAW pula menjelaskan penghuni surga itu sebagai berikut:
Dari Abu Sa’id Al Khudriy dan Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Ada penyeru yang menyerukan: “Sesungguhnya kamu akan selalu sehat, maka kamu tidak akan sakit selamanya; kamu akan selalu hidup, maka kamu tidak akan mati selamanya; kamu akan selalu muda, maka kamu tidak akan menjadi tua renta selamanya; kamu akan selalu merasakan nikmat, maka kamu tidak akan tertimpa bencana selamanya.” Semua itu adalah penjabaran dari firman Allah Azza wa Jalla: “Dan diserukan kepada mereka: “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (surat Al A’raaf ayat 43). (HR Muslim)
Surga yang diwariskan kepada penghuni surga itu merupakan balasan dari Allah SWT atas amal perbuatan mereka di dunia. Perbuatan mereka di surga hanya beristirahat dengan rezeki yang tidak ada habis-habisnya. Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. (Al Kahfi 30-31)
Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik. (Yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya. Beginilah (keadaan mereka). (Shaad 49-55)
Wallahu a’lam.