Dialog Seri 10: 3
Tilmidzi: “Apakah Allah SWT mengutus Nabi-Nabi kepada manusia setelah Nabi Adam?”
Mudariszi: “Tidak dijelaskan berapa banyak Nabi Adam melahirkan anak-anaknya. Anak-anak Nabi Adam itu diperkirakan banyak karena usia beliau yang panjang. Bukan tidak mungkin Nabi Adam memiliki anak-anak, cucu-cucu dan cicit-cicit yang sangat banyak. Anak cucu Nabi Adam pula menurunkan anak-anak, cucu-cucu dan cicit yang banyak pula, sehingga anak cucu Nabi Adam (manusia) makin bertambah banyak. Anak cucu Nabi Adam yang banyak tersebut lalu membentuk kaum-kaum (umat-umat). Sementara itu, syaitan tetap menggoda manusia agar tersesat, dan di antara anak cucu Nabi Adam itu ada yang tidak mengikuti ayat-ayat-Nya atau agama-Nya yang dijelaskan oleh Nabi Adam. Karena itu Allah SWT lalu mengutus Rasul-Rasul kepada kaum (umat) dari anak cucu Nabi Adam tersebut. Tapi tidak semua Rasul itu diceritakan oleh Allah SWT, seperti dijelaskan firman-Nya ini:
Dan (Kami telah mengutus) Rasul-Rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-Rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. (An Nisaa’ 164)
Salah satu Rasul yang diutus oleh Allah SWT kepada kaumnya setelah Nabi Adam wafat, yaitu Nabi Idris. Tetapi Allah SWT tidak menjelaskan banyak tentang Nabi Idris kecuali seperti yang dijelaskan firman-Nya ini:
Tiap-tiap umat mempunyai Rasul. (Yunus 47)
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. (Al Anbiyaa’ 85)
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (Maryam 56-57)
Rasulullah SAW pula pernah berjumpa dengan Nabi Idris ketika beliau melakukan perjalanan Israa’ Mi’raj, dan hal itu dijelaskan sunnah Rasulullah berikut ini:
Syaiban memberitahukan kepada kami dari Qatadah di dalam firman-Nya: “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (surat Maryam ayat 57). Qatadah berkata: “Anas bin Malik menceritakan kepadaku, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Ketika saya di Mi’rajkan saya melihat Idris di langit yang ke empat.” (HR Tirmidzi)
Wallahu a’lam.