Apakah Manusia Dibawa Ke Neraka Setelah Dihidupkan?

Dialog Seri 7: 5

 

Tilmidzi: “Apakah yang dilakukan oleh manusia ketika dikumpulkan untuk menghadap Allah SWT?”

 

Mudariszi: “Ketika manusia dibawa oleh malaikat menuju kepada Allah SWT, Dia lalu memerintahkan malaikat sebagai berikut:

 

(Kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. (Ash Shaaffaat 22-23)

 

Tilmidzi: “Mengapa Allah SWT memerintahkan malaikat dengan perintah tersebut?”

 

Mudariszi: “Karena Allah SWT telah memutuskan ketetapan-Nya sebelum menciptakan akhirat dan dunia, yaitu ketetapan-Nya sebagai berikut:

 

Dan tidak ada seorangpun daripadamu melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (Maryam 71)

 

Ketetapan-Nya itu bukan saja berlaku bagi manusia, tapi juga bagi jin.”

 

Tilmidzi: “Apakah malaikat membawa manusia dan jin ke neraka?”

 

Mudariszi: “Ya! Manusia dan jin dibawa oleh malaikat mendatangi neraka dengan cara seperti yang dijelaskan firman-Nya ini:

 

Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. (Maryam 68)

 

Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya. (Ar Rahman 43-44)

 

Tilmidzi: “Apakah manusia dan jin melihat neraka dengan jelas?”

 

Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. (Al Kahfi 100)

 

Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. (An Naazi’aat 36)

 

Tilmidzi: “Bagaimana manusia setelah melihat neraka Jahannam itu?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama) serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. (Al Ma’aarij 15-18)

 

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. (An Naazi’aat 34-36)

 

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Al Fajr 23-24)

 

Karena itu, orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang berpaling dari agama-Nya karena mencintai kehidupan dunia, terkejut dan berusaha untuk melarikan diri dari tempat itu, tapi tidak ada tempat bagi manusia ketika itu untuk melarikan diri. Allah berfirman:

 

Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka). Dan (di waktu itu) mereka berkata: “Kami beriman kepada Allah”, bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu (di dunia). Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka menduga-duga tentang yang ghaib dari tempat yang jauh (di dunia). Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam. (Saba’ 51-54)

 

Allah SWT lalu memerintahkan malaikat sebagai berikut:

 

Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian), karena sesungguhnya mereka akan ditanya: “Kenapa kamu tidak tolong menolong?” Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri. (Ash Shaaffaat 24-26)

 

Karena itu Allah SWT menjelaskan tentang orang-orang kafir pada waktu itu sebagai berikut:

 

Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (Al Muddatstsir 8-10)

 

Tilmidzi: “Bagaimana dengan orang-orang bertakwa (beriman) ketika dibawa melihat neraka?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (Maryam 72)

 

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka, mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka. (Al Anbiyaa’ 101-102)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa orang-orang bertakwa (beriman) juga dibawa melihat neraka karena hal itu sudah menjadi ketetapan-Nya bagi setiap orang dan jin. Tetapi orang-orang bertakwa itu lalu diselamatkan oleh Allah SWT.”

 

Tilmidzi: “Apakah yang dilakukan oleh manusia setelah melihat neraka?”

 

Mudariszi: “Allah SWT lalu mengumpulkan manusia di padang Mahsyar. Allah SWT berfirman:

 

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. (Ibrahim 48)

 

Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun. (Al Kahfi 47)

 

Rasulullah SAW pula menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah SAW ber­khutbah di tengah-tengah kami, sabdanya: Hai manusia, sesungguhnya kalian akan dikumpulkan di hadapan Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan belum berkhitan. Kemudian beliau membaca: Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (surat Al Anbiyaa ayat 104). Ingat, sesungguhnya ma­nusia yang pertama kali diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim.” (HR Muslim)

 

Keadaan tanah di padang Mahsyar dijelaskan sunnah Rasulullah ini:

 

Dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Pada hari kiamat, manusia dikumpulkan pada tanah putih bersemu merah seperti roti yang lembut. Di sana tidak ada tanda bagi seorangpun. (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Mengapa Allah SWT mengumpulkan manusia di padang Mahsyar?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan. (At Taghaabun 9)

 

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. (Al Qiyaamah 13)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa Allah SWT mengumpulkan manusia di padang Mahsyar untuk dihisab amal perbuatannya di dunia. Hal itu menjadikan manusia teringat kembali perbuatannya di dunia. Allah SWT berfirman:

 

Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya. (An Naazi’aat 35)

 

Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. (At Takwiir 14)

 

Tilmidzi: “Apakah ketika itu Allah SWT meminta pertanggungan jawaban manusia atas perbuatannya di dunia?”

 

Mudariszi: “Ya! Pada waktu itu setiap orang akan ditanyakan oleh Allah SWT sebagai pertanggungan jawabannya atas apa yang telah dikerjakannya selama di dunia, sedangkan Dia tidak akan ditanya. Allah SWT berfirman:

 

Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. (An Nahl 93)

 

Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat. (Saba’ 25)

 

Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai. (Al Anbiyaa’ 23)

 

Allah SWT telah menjelaskan tentang perkara tersebut di atas kepada manusia ketika di dunia melalui ayat-ayat-Nya. Allah SWT berfirman:

 

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? (Al Qiyaamah 36)

 

Dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (Az Zukhruf 44)

 

Tilmidzi: “Apakah pada waktu itu pula manusia akan dibalas oleh Allah SWT atas perbuatannya di dunia?”

 

Mudariszi: “Ya! Pada waktu itu Allah SWT akan memberikan balasan kepada setiap orang berdasarkan amal perbuatannya di dunia setelah dihisab. Allah SWT berfirman:

 

Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Az Zalzalah 6-8)

 

Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (Al Jaatsiyah 22)

 

Sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (Ali ‘Imran 9)

 

Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya. (Ibrahim 51)

 

Pada waktu itu, semua kekuasaan dan urusan hanya ada pada Allah SWT saja, seperti dijelaskan firman-Nya ini:

 

Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (Al Infithaar 19)

 

Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. (Al Furqaan 26)

 

Wallahu a’lam.

Leave a Reply