Apakah Allah SWT Menciptakan Malaikat?

Dialog Seri 3: 1

 

Tilmidzi: “Apakah malaikat itu makhluk ciptaan Allah SWT?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan melalui firman-Nya ini:

 

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. (An Nahl 49)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa malaikat tidak berbeda dengan semua makhluk yang ada di bumi, sehingga malaikat itu merupakan makhluk ciptaan-Nya juga.”

 

Tilmidzi: “Kapan Allah SWT menciptakan malaikat?”

 

Mudariszi: “Allah SWT tidak menjelaskan waktu Dia menciptakan malaikat, tapi Dia berfirman:

 

(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya. (Al Mu’min 7)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan malaikat sudah diciptakan oleh Allah SWT sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, karena ‘Arsy-Nya sudah ada sebelum langit dan bumi diciptakan-Nya, seperti sunnah Rasulullah ini:

 

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW pernah bersabda: Allah telah me­nentukan suratan takdir semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi atau ketika ArsyNya masih di atas air. (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Bagaimana Allah SWT menciptakan malaikat?”

 

Mudariszi: “Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Para malaikat diciptakan dari cahaya.” (HR Muslim)

 

Allah SWT menjelaskan tentang penciptaan malaikat sebagai berikut:

 

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. (Faathir 1)

 

Malaikat sebagai utusan-utusan untuk mengurus berbagai macam urusan dalam firman-Nya di atas menunjukkan malaikat diciptakan-Nya setelah Dia menciptakan semesta alam (langit dan bumi), karena berbagai macam urusan dalam firman-Nya di atas adalah urusan-urusan di semesta alam. Dengan demikian, ada malaikat-malaikat yang diciptakan-Nya setelah Dia menciptakan langit dan bumi, dan ada pula mailakat-malaikat yang diciptakan-Nya sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.”

 

Tilmidzi: “Mengapa Allah SWT menciptakan malaikat sebagai utusan-utusan yang mengurus berbagai urusan?”

 

Mudariszi: “Semesta alam atau langit dan bumi beserta semua yang ada di langit dan di bumi, baik yang ghaib maupun yang nyata, merupakan ciptaan dan kepunyaan Allah. Allah SWT menyebut ciptaan-Nya itu sebagai kerajaan langit dan bumi kepunyaan-Nya. Karena kepunyaan-Nya, maka Dia memelihara dan mengurus kerajaan-Nya (kerajaan langit dan bumi) itu. Allah SWT berfirman:

 

Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al Baqarah 255)

 

Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. (Al Baqarah 255)

 

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (As Sajdah 5)

 

Dalam mengurus kerajaan langit dan bumi atau mengurus semua makhluk ciptaan-Nya tersebut, Allah SWT memerintah dan menetapkan keputusan-Nya dengan kekuasaan-Nya tanpa ada pembantu ataupun sekutu. Allah SWT berfirman:

 

Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya). (Al Furqaan 2)

 

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong. (Al Israa’ 111)

 

Dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan. (Al Kahfi 26)

 

Ketika memerintah dan mengurus semua makhluk dalam kerajaan langit dan bumi itulah Allah SWT lalu menciptakan malaikat sebagai utusan-utusan yang mengurus berbagai urusan yang Dia telah tetapkan bagi segala sesuatu ciptaan-Nya termasuk semua urusan bagi setiap makhluk.”

 

Tilmidzi: ”Bagaimana malaikat mengurus berbagai macam urusan-urusan tersebut?”

 

Mudariszi: “Dalam mengurus urusan, malaikat diciptakan oleh Allah SWT dengan memiliki sayap agar mereka dapat bergerak cepat dari satu tempat (langit) ke tempat (langit) lain ketika menjalankan tugasnya. Contoh seperti yang dijelaskan firman-Nya ini:

 

Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat. (An Naazi’aat 3)

 

Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya. (Al Mursalaat 2)

 

Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang. (An Naazi’aat 4)

 

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (Al Ma’aarij 4)

 

Urusan-urusan yang ditugaskan oleh Allah SWT kepada malaikat sangat banyak, karena setiap sesuatu ciptaan-Nya termasuk setiap makhluk, mempunyai puluhan atau ratusan atau bahkan ribuan urusan. Contoh urusan-urusan yang dilaksanakan oleh malaikat itu adalah sebagai berikut:

 

Dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan. (Adz Dzaariyaat 4)

 

Dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (An Naazi’aat 5)

 

Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan. (Al Mursalaat 5-6)

 

Dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya. (Al Mursalaat 4)

 

Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya. (Al Mursalaat 3)

 

Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan. (Al Mursalaat 1)

 

Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras. (An Naazi’aat 1)

 

Dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut. (An Naazi’aat 2)

 

Sehingga bukan tidak mungkin Allah SWT menciptakan malaikat dalam jumlah yang sangat banyak dan dengan jumlah sayap yang berbeda-beda.”

 

Tilmidzi: “Apakah malaikat-malaikat itu mempunyai pemimpin?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan melalui firman-Nya ini:

 

Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril) yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy, yang ditaati disana (di alam malaikat) lagi dipercaya. (At Takwiir 19-21)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa Jibril merupakan malaikat yang ditaati oleh para malaikat, sehingga bukan tidak mungkin Jibril merupakan malaikat yang memimpin para malaikat. Contoh, Jibril memimpin para malaikat dalam mengatur dan menjelaskan segala urusan di semesta alam di malam kemuliaan, seperti dijelaskan firman-Nya ini:

 

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (Al Qadr 2-4)

 

Pada malam itu telah dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. (Dukhaan 4-5)

 

Tilmidzi: “Bagaimana malaikat-malaikat tersebut dalam menjalankan tugasnya?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu melalui firman-Nya ini:

 

Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimulyakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. (Al Anbiyaa’ 26-27)

 

Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu. Dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah). (Ash Shaaffaat 164-165)

 

Para malaikat sangat berhati-hati dalam menjalankan perintah-Nya dan mereka sangat takut kepada-Nya. Allah SWT berfirman:

 

Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. (Al Anbiyaa’ 28)

 

Kepatuhan dan ketaatan para malaikat kepada Allah SWT adalah seperti yang dijelaskan firman-Nya ini:

 

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud. (Al A’raaf 206)

 

Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (Al Anbiyaa’ 19)

 

Tilmidzi: “Apakah malaikat-malaikat berupa laki-laki dan perempuan dan menurunkan keturunan?”

 

Mudariszi: “Allah SWT tidak menjelaskan bentuk malaikat kecuali hanya menjelaskan malaikat memiliki sayap. Sehingga tidak ada gunanya mengatakan malaikat itu berupa laki-laki atau perempuan, karena perkara itu pasti tidak akan benar. Bahkan Allah SWT memperingatkan hal itu melalui firman-Nya ini:

 

Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung jawaban. (Az Zukhruf 19)

 

Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. (An Najm 27)

 

Karena Allah SWT tidak menjelaskan bentuk malaikat, maka tidak diketahui bagaimana malaikat menurunkan keturunannya. Tidak mengetahui keadaan malaikat tersebut tidak akan berakibat apapun bagi manusia.”

 

Tilmidzi: “Apakah manusia dapat melihat malaikat?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya ini:

 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. (Ar Ra’d 11)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa manusia tidak dapat melihat malaikat karena manusia tidak mengetahui ada malaikat yang mengikutinya di muka dan di belakangnya.”

 

Tilmidzi: “Apakah malaikat juga mengurus urusan yang berhubungan dengan manusia?”

 

Mudariszi: “Ya! Karena manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan mempunyai berbagai urusan ketika menjalani hidupnya di dunia atau melaksanakan amanah sebagai khalifah di muka bumi. Sehingga, manusia dengan urusan-urusannya tersebut dijaga oleh malaikat, seperti dijelaskan firman-Nya di atas. Selain menjaga, ada pula malaikat-malaikat yang mengawasi manusia dan mencatat semua perbuatan manusia, seperti dijelaskan firman-Nya ini:

 

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Infithaar 10-12)

 

(Yaitu) dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaaf 17-18)

 

Juga ada malaikat-malaikat yang mencabut nyawa manusia, seperti firman-Nya ini:

 

Dan Dia-lah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (Al An’aam 61)

 

Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut. (An Naazi’aat 1-2)

 

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri). (Al Anfaal 50)

 

Dan ada pula malaikat-malaikat yang berdoa kepada Allah SWT agar mengampuni dosa-dosa manusia, seperti dijelaskan firman-Nya ini:

 

Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). (Al Ahzab 43)

 

Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. (Asy Syuura 5)

 

Karena itu Allah SWT memerintahkan manusia untuk beriman kepada malaikat-malaikat selain beriman kepada-Nya dan kepada yang lainnya, melalui firman-Nya ini:

 

Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya. (Al Baqarah 285)

 

Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (An Nisaa’ 136)

 

Wallahu a’lam.

Leave a Reply