Dialog Seri 10: 58 Tilmidzi: “Apakah kaum kafir musyrik Mekkah ingin membalas kekalahannya di perang Badar?” Mudariszi: “Ya! Kaum kafir musyrik Mekkah ingin membalas kekalahan mereka di perang Badar. Mereka lalu bersatu dengan kaum-kaum kafir musyrik lain untuk memerangi Rasulullah SAW dan orang-orang beriman. Setelah sepakat waktunya, mereka membawa ribuan tentaranya ke Madinah …
Dialog Seri 10: 57 Tilmidzi: “Bagaimana Allah SWT meneguhkan hati orang-orang beriman dalam memerangi pasukan orang-orang kafir Mekkah?” Mudariszi: “Allah SWT mengetahui kekhawatiran sebagian orang-orang beriman dalam memerangi pasukan orang-orang kafir, karena mereka berfikir (mengira) akan dikalahkan oleh pasukan musuh yang berjumlah jauh lebih besar daripada pasukan mereka. Karena itu Allah SWT lalu …
Dialog Seri 10: 56 Tilmidzi: “Bagaimana sikap kaum kafir musyrik Mekkah terhadap orang-orang Madinah yang menerima dan melindungi Rasulullah SAW dan orang-orang beriman?” Mudariszi: “Kaum kafir musyrik Mekkah tidak menyukai hal tersebut, itu dijelaskan sunnah Rasulullah ini: Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata: “Sa’ad bin Mu’adz berangkat untuk berumrah. Lalu (sesudah masuk …
Dialog Seri 10: 55 Tilmidzi: “Apakah orang-orang beriman berhijrah ke Madinah?” Mudariszi: “Setelah Allah SWT menetapkan Madinah sebagai tempat berhijrah bagi Rasulullah SAW dan orang-orang beriman, Rasulullah SAW lalu memerintahkan orang-orang beriman untuk berhijrah ke Madinah. Orang-orang beriman di Habasyah juga lalu berhijrah ke Madinah. Hal itu dijelaskan sebagai berikut: Dan ingatlah …
Dialog Seri 10: 54 Tilmidzi: “Apakah orang-orang kafir musyrik Mekkah tidak menyukai agama Allah yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW dan Al Qur’an?” Mudariszi: “Ya! Orang-orang kafir musyrik di Mekkah dan sekitarnya tidak menyukai agama Allah. Allah SWT menjelaskan itu sebagai berikut: Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, …
Dialog Seri 10: 53 Tilmidzi: “Bagaimana tanggapan orang-orang musyrik terhadap Allah SWT yang menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah SAW?” Mudariszi: “Orang-orang musyrik heran dengan Tuhan menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah SAW, dan hal itu dijelaskan firman-Nya ini: Mengapa Al Qur’an itu diturunkan kepadanya di antara kita? (Shaad 8) Menurut orang-orang musyrik, …
Dialog Seri 10: 52 Tilmidzi: “Agama apakah yang dianut oleh penduduk Mekkah dan sekitarnya sebelum Al Qur’an diturunkan-Nya?” Mudariszi: “Agama bangsa Arab termasuk penduduk di Mekkah dan di sekitarnya ketika Al Qur’an diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah agama yang menyembah patung berhala, yaitu menyembah tuhan-tuhan selain Allah SWT. Mereka itu orang-orang musyrik, yaitu …
Dialog Seri 10: 51 Tilmidzi: “Bagaimana Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW dalam menyampaikan Al Qur’an?” Mudariszi: “Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk menyampaikan dan menjelaskan Al Qur’an dan agama-Nya kepada kerabat dekatnya dahulu. Itu dijelaskan firman-Nya ini: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu …
Dialog Seri 10: 50 Tilmidzi: “Apakah Jibril kemudian menyampaikan wahyu-Nya (ayat Al Qur’an) kepada Rasulullah SAW setelah beliau menjadi Rasul?” Mudariszi: “Ya! Sejak Allah SWT menurunkan perintah-Nya kepada Rasulullah SAW untuk memberikan peringatan kepada manusia, maka Jibril lalu menyampaikan wahyu-wahyu-Nya (ayat-ayat Al Qur’an) kepada beliau. Hal itu dijelaskan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut: …
Dialog Seri 10: 49 Tilmidzi: “Apakah Al Qur’an itu peringatan untuk manusia saja?” Mudariszi: “Al Qur’an itu bukan peringatan untuk manusia saja, tapi juga peringatan untuk berikut ini: Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. (Shaad 87) Al Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat. (Al …