Apakah Allah SWT Jelaskan Al Qur’an & Islam Di Masa Depan?

Dialog Seri 16: 8

 

Tilmidzi: “Apakah agama Islam itu untuk manusia sampai hari kiamat?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya. (Al An’aam 115)

 

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al Hijr 9)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa Al Qur’an tidak akan berubah seperti Taurat dan Injil . Allah SWT kemudian menjelaskan tentang Rasulullah SAW sebagai berikut:

 

Muhammad itu sekali-kali bukanlah Bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi. (Al Ahzab 40)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa tidak akan ada lagi Rasul-Nya kepada manusia setelah Rasulullah SAW sampai kiamat. Dengan demikian, Allah SWT tidak akan menurunkan lagi kitab-Nya dan agama-Nya, sehingga Agama Allah yang terakhir yang diridhai-Nya untuk manusia sampai hari kiamat yaitu agama Islam. Allah SWT berfirman:

 

Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Al Maa-idah 3)

 

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali ‘Imran 85)

 

Karena itu Allah SWT perintahkan manusia untuk mengikuti agama Islam (syariat agama Islam) dan jalan-Nya yang lurus ketika mereka menjalani hidupnya di dunia agar mereka selamat hidup di dunia dan di akhirat. Allah SWT berfirman:

 

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. (Ali ‘Imran 103)

 

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (Ar Ra’d 37)

 

Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa. (Al An’aam 153)

 

Rasulullah SAW pula peringatkan umat manusia sebagai berikut:

 

Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Rasulullah SAW ketika berkhutbah, merah kedua matanya, tinggi suaranya dan keras kemarahannya, sehingga tampak seolah-olah beliau sedang memberi peringatan kepada sepasukan tentara dengan berkata: Boleh jadi musuh datang kepada kalian di waktu pagi, dan boleh jadi mereka datang kepada kalian di waktu sore! Kala itu beliau bersabda: Masa aku diutus dan hari kiamat itu ha­nyalah seperti kedua jari ini! Beliau menjajarkan jari telunjuk dan jari tengah beliau. Selanjutnya beliau bersabda: Sesudah apa yang tersebut, maka keta­huilah bahwa ucapan paling baik adalah Kitab Allah, petunjuk paling baik adalah petunjuk Muhammad. Urusan agama yang paling buruk adalah cara melaksanakan agama yang diperbaharui (yang di­sebut bidah). Dan setiap bidah pasti sesat.” (HR Muslim)

 

Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah SAW ber­sabda: Barangsiapa mengada-adakan sesuatu dalam urusan (agama) kami tanpa ada dasarnya, maka sesuatu itu tertolak.” (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Mengapa Allah SWT menghendaki manusia memegang teguh agama Islam dan mengikuti jalan-Nya yang lurus?”

 

Mudariszi: “Karena manusia mempunyai musuh yaitu Iblis (syaitan) yang menghalang-halangi manusia dari agama Islam dan dari jalan-Nya yang lurus supaya menjadi sesat. Iblis melakukannya dengan dibantu oleh orang-orang kafir yang tidak menyembah Allah SWT dan yang memandang baik perbuatannya yang buruk. Allah SWT berfirman:

 

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Al A’raaf 16)

 

Dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah) sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah. (An Naml 24-25)

 

Adalah orang-orang kafir itu penolong (syaitan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya. (Al Furqaan 55)

 

Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). (Al A’raaf 202)

 

Tilmidzi: “Apakah agama Islam diluaskan (dibesarkan) setelah Rasulullah SAW wafat?”

 

Mudariszi: “Sahabat Rasulullah berjanji kepada Allah SWT akan meluaskan (membesarkan) agama Islam dan Dia juga berjanji memberikan kemenangan kepada mereka. Sahabat lalu menepati janjinya sehingga agama Islam meluas, tegak di bumi dan dipeluk oleh penduduk negeri-negeri di belahan Timur bumi hingga ke Barat. Allah SWT dan Rasulullah SAW menjelaskan itu sebagai berikut:

 

Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (Al Fath 9-10)

 

Dari Abdullah bin Maslud menceritakan dari ayahnya berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian menang atas musuh-musuh, memperoleh harta rampasan serta dibukakan negara-negara bagimu. Barangsiapa memperoleh hal itu, maka hendaklah ia takut kepada Allah, hendaklah memerintahkan kepada kebaikan, hendaklah mencegah perbuatan munkar dan barangsiapa berbuat dusta atasku, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR Tirmidzi)

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Kisra (gelar Raja Persi) telah mati, maka tidak ada Kisra lagi sesudahnya; dan apabila Kaisar (gelar Raja Rum) sudah binasa, maka ti­dak ada Kaisar lagi sesudahnya. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaanNya, kekayaan mereka berdua akan diinfakkan untuk sa­bilillah. (HR Muslim)

 

Dari Jabir, dia berkata: Abu Said Al Khudriy berkata: Rasulullah SAW bersabda: Akan datang suatu zaman ke­pada manusia, dimana sebagian mereka akan dikirim sebagai pasukan perang, lalu ada yang mengatakan: Periksalah apakah di antara kalian terdapat salah seorang sahabat Nabi? Ternyata memang ada orang yang dimaksudkan itu. Dan karenanya mereka lalu berhasil me­naklukan musuh. Kemudian menjelang pengiriman pasukan yang ke­dua, ada yang mengatakan: Periksalah apakah di antara kalian ada orang yang pernah melihat sahabat-sahabat Nabi?” Ternyata memang ada, sehingga karenanya mereka berhasil menaklukkan musuh. Menjelang pengiriman pasukan ketiga, dikatakan: Periksalah apakah di antara mereka itu terdapat orang yang pernah melihat para Tabi’in? Kemudian menjelang pengiriman pasukan ke empat, lagi-lagi ada yang mengatakan: Periksalah apakah di antara mereka itu ada seorang yang pernah melihat para pengikut Tabi’in? Ternyata memang ada. Dan ka­renanyalah mereka berhasil menaklukan musuh. (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Apakah agama Islam ditegakkan di bumi dengan perang?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menurunkan Al Qur’an dan agama Islam untuk manusia agar mereka selamat dalam menjalani hidupnya di dunia dan di aklhirat. Tapi Allah SWT tidak memaksa manusia untuk memeluk agama Islam. Allah SWT berfirman:

 

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (Al Baqarah 256)

 

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. (Al Kahfi 29)

 

Rasulullah SAW dan para sahabat mengajak manusia kepada agama Islam dan meluaskan agama Islam tidak dengan berperang, dan itu dijelaskan sebagai berikut:

 

Dari Sulaiman bin Buraidah dari Ayahnya, dia berkata: “Ketika Rasulullah SAW mengangkat seorang komandan pasukan, secara khusus beliau menyampaikan pesan atau wasiat kepad­anya supaya dia selalu bertakwa kepada Allah dan supaya dia selalu berbuat baik terhadap orang-orang Islam yang ikut bersamanya. Lebih lanjut Rasulullah SAW berpesan: “Berperang di jalan Allah dengan senantiasa menyebut nama-Nya. Perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah. Berperanglah dan jangan berkhianat dalam urusan harta rampasan atau ghanimah. Janganlah mengkhianati janji. Janganlah membunuh dengan cara yang sadis. Dan janganlah membunuh anak-anak kecil. Apabila kamu bertemu dengan musuhmu dari orang-orang musyrik, maka ajaklah mereka kepada tiga hal. Dan apabila mereka mau me­nerima salah satu daripadanya, maka terimalah mereka dan bertakwalah selalu untuk memeranginya. Ajaklah mereka untuk memeluk Islam. Apabila mereka mau menerima ajakanmu tersebut, maka terimalah mereka dan bertakwalah selalu di dalam memeranginya. Lalu ajaklah mereka berpindah dari kampung halamannya ke kampung halamannya para sahabat Muhajirin. Apabila mereka mau memenuhi ajakan tersebut, maka beritahukanlah bahwa mereka mempunyai hak dan ke­wajiban yang sama seperti sahabat-sahabat Muhajirin. Apabila mereka enggan berpindah dari kampung halamannya, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka sama dengan orang-orang Arab lainnya yang tidak beroleh bagian sedikit pun dari harta rampasan perang, kecuali jika mereka ikut berjihad bersama orang Islam lainnya. Jika mereka menolak, maka mintalah upeti kepada mereka. Apabila ternyata mereka mau memberikan upeti tersebut, maka terimalah dan batal­kanlah untuk memeranginya. Tapi apabila mereka tidak mau memenuhinya, maka mohonlah pertolongan kepada Allah untuk memerangi mereka. Jika kamu mengepung sebuah benteng perlindungan, lalu orang-orang yang berada di dalam sama meminta keamanan atau ja­minan Allah dan Rasul-Nya, maka janganlah kamu penuhi permintaannya itu. Tapi buatlah keamanan untuk mereka, sebab resikonya lebih ringan jika kamu harus merusak keamananmu sendiri ketimbang merusak keamanan Allah dan Rasul-Nya. Apabila mereka menghendaki agar mereka ditempatkan pada hukum Allah, maka janganlah kamu lakukan. Lebih baik kamu berlakukan hukumanmu sendiri sebab kami tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya.” (HR Muslim)

 

Pihak yang diperangi dalam sunnah Rasulullah di atas karena pihak tersebut menolak membayar jizyah (pajak) kepada pemimpin umat Islam. Menolak membayar jizyah berarti menentang Allah SWT yang mewajibkan manusia untuk mengeluarkan zakat dari harta yang mereka peroleh dari karunia-Nya di bumi. Allah SWT menjadikan karunia-Nya di bumi itu untuk kebutuhan hidup seluruh manusia. Dan di antara manusia itu ada yang miskin karena tidak mampu mencari karunia-Nya, sehingga zakat dari orang-orang yang berharta itu untuk orang-orang yang miskin. Allah SWT berfirman:

 

Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. (Thaahaa 6)

 

Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup. (Al Hijr 20)

 

Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Al An’aam 141)

 

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang tidak mendapat bahagian. (Adz Dzaariyaat 19)

 

Tilmidzi: “Apakah pemimpin umat Islam selalu berjaya dalam menegakkan agama Islam?”

 

Mudariszi: “Para pemimpin umat Islam tidak selalu berjaya dalam menegakkan agama Islam. Hal itu disebabkan oleh Iblis (syaitan) selalu menimbulkan fitnah-fitnah agar manusia tidak mengikuti agama Islam dan memecah agama Islam dengan bid’ah-bid’ah agar mereka tidak di jalan-Nya yang lurus. Allah SWT membiarkan syaitan melakukan itu guna menguji iman manusia. Hal itu dijelaskan sebagai berikut:

 

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang yang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. (Ali ‘Imran 140-141)

 

Dari Hudzaifah ibn Al-Yaman, dia berkata: Adalah orangorang itu bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan dan adalah aku bertanya kepada beliau tentang keburukan (fitnah, lemahnya kesatu­an Islam, kesesatan yang menguasai dan tersebarnya bidah), karena kekhawatiran mengenai diriku. Maka aku berkata kepada Rasulullah SAW: Sungguh kami dahulu di masa Jahiliyah dan kejahatan, lalu Allah datang kepada kami dengan kebaikan (kerasulan engkau, ke­kokohan bangunan Islam dan robohnya pilar-pilar kekafiran dan kese­satan) ini. Maka apakah sesudah kebaikan ini terdapat suatu keburukan? Beliau bersabda: Ya.” Aku bertanya: Dan apakah sesudah keburukan itu terdapat suatu ke­baikan?Beliau bersabda: Ya, dan disana terdapat asap.” Aku bertanya: Dan apakah asapnya itu? Beliau bersabda: Kaum yang menunjukkan tanpa dengan petunjuk, dimana kamu mengenali (kebaikan) dari mereka (maka kamu menerima dan kamu mengenali keburukan) dan kamu mengingkari.” Aku bertanya: Maka apakah sesudah kebaikan itu terdapat suatu ke­burukan?Beliau bersabda: Ya, para penyeru di pintu-pintu Jahanam. Siapa yang memenuhi (seruan) mereka ke pintu-pintu itu, maka mereka melempar­kannya ke dalamnya (neraka).” Aku berkata: Wahai Rasulullah, sifatkanlah mereka itu kepada kami! Beliau bersabda: Mereka itu dari kulit (diri dan keluarga) kita dan me­reka berbicara dengan bahasa kita.” Aku berkata: Maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku apabila aku mengalami demikian itu.” Beliau bersabda: Kamu pegangi jamaah kaum muslimin dan imam me­reka.” Aku mengatakan: “Maka apabila bagi mereka tidak ada jamaah pula ti­dak ada imam? Beliau bersabda: Maka jauhilah kelompok-kelompok itu semuanya dan meskipun kamu harus menggigit pada dasar pohon hingga kamu di­hampiri kematian sedangkan kamu dalam keadaan (menggigit) demi­kian.” (HR Bukhari)

 

Dari Abu Burdah dari Ayahnya, dia berkata: Selesai sembahyang Maghrib bersama dengan Rasulullah SAW, kami berkata: Kita duduk disini saja menunggu supaya kita bisa bersembahyang Isya bersama dengan beliau lagi. Kami pun duduk. Tak lama kemudian keluarlah Rasulullah SAW bergabung dengan kami. Beliau bertanya: Kalian masih disini? Kami menjawab: Wahai Rasulullah, kami tadi ikut sembahyang Maghrib bersama Anda. Kami duduk menunggu disini supaya bisa bersembahyang Isya sekalian bersama Anda lagi. Rasulullah SAW bersabda: Bagus dan benar kalian. Selanjutnya beliau mengangkat kepalanya ke atas langit lama sekali. Lalu beliau bersabda: Bintang-bintang adalah jaminan bagi keberadaan langit. Apabila bintang-bintang itu sudah tidak ada, maka kiamatlah yang terjadi. Aku adalah jaminan keamanan bagi sahabat-sahabatku. Apabila aku sudah tidak ada, maka akan datanglah kepada mereka berbagai fitnah dan bidah yang mengancam persatuan mereka. Dan para sahabatku adalah jaminan keamanan bagi ummatku. Apabila para sahabatku tidak ada, maka akan datanglah kepada mereka berbagai fitnah dan bidah yang mengancam persatuan mereka.” (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Jika demikian, apakah agama Islam pernah tidak tegak?”

 

Mudariszi: “Rasulullah SAW menjelaskan tentang umat Islam, sebagai berikut:

 

Dari Tsauban, ia berkata: “Rasulullah SAW ber­sabda: “Sesungguhnya Allah mengumpulkan bumi untukku, maka aku dapat melihat belahan bagian Timur dan bagian Barat, dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang dikumpulkan untukku. Dan aku diberi dua simpanan, yaitu merah dan putih (emas dan perak). Aku memohon kepada Tuhan untuk umatku agar Dia tidak menghancurkan umatku dengan paceklik yang merata, dan tidak menguasakan musuh terhadap mereka selain diri mereka sehingga musuh tadi akan merampas kemuliaan mereka. Kemudian Tuhan berfirman: “Hai Muhammad, sesungguhnya jika Aku telah menetapkan suatu ketetapan, maka tidak dapat ditolak. Sesungguhnya Aku memberikan kepadamu untuk umat­mu bahwa Aku tidak menghancurkan mereka dengan paceklik yang merata dan tidak menguasakan musuh terhadap mereka yang akan me­rampas kemuliaan mereka selain diri mereka sendiri, meskipun dikepung orang-orang di sekitar mereka sampai sebagian mereka membinasakan dan menawan sebagiannya.” (HR Muslim)

 

Dari Imran bin Hushain, dia berkata: Rasulullah SAW ber­sabda: Umatku yang terbaik ialah generasiku, generasi berikutnya, ke­mudian generasi berikutnya.” Imran berkata: Saya tidak tahu apakah Rasulullah SAW menyebutkan sesudah generasinya dua generasi lagi atau tiga.” Kemudian sesudah kalian terdapat kaum yang berhak menjadi saksi, tapi tidak dimintai kesaksiannya (tidak dijadikan sebagai seorang saksi). Mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya. Mereka bernazar dan tidak dapat menunaikannya dan tampak pada mereka orang-orang gemuk.” (HR Bukhari)

 

Generasi umat Islam yang berkhianat dan tidak dapat dipercaya (sunnah Rasulullah di atas) yaitu generasi yang kebanyakan umatnya berbuat bid’ah karena syaitan, mereka bergolong-golongan dalam beragama seperti kaum Yahudi dan kaum Nasrani, sebagai berikut:

 

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Ummat Yahudi terpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan atau tujuh puluh dua golongan, dan ummat Nashara terpecah belah seperti ummat Yahudi, dan ummatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga go­longan.” (HR Tirmidzi)

 

Umat Islam yang bergolong-golongan menunjukkan agama Islam tidak tegak (terpecah) dan itu memudahkan pihak yang tidak suka agama Islam meruntuhkannya.”

 

Tilmidzi: “Siapa yang menguasai negeri-negeri di bumi ketika agama Islam tidak tegak?”

 

Mudariszi: “Mereka adalah orang-orang yang dibuat oleh Iblis (syaitan) tidak menyukai agama Islam tapi menyukai kehidupan dunia. Mereka menghalang-halangi manusia dari agama Islam dan memerangi umat Islam. Mereka itu terdiri dari orang-orang muyrik yaitu orang-orang yang tidak beragama dengan agama-Nya, dan Ahli Kitab dan orang-orang munafik yaitu orang-orang yang tidak beragama dengan agama-Nya yang benar. Allah SWT berfirman:

 

Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih, (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh. (Ibrahim 2-3)

 

Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. (Asy Syuura 13)

 

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. (At Taubah 34)

 

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya bengkok, padahal kamu menyaksikan?” Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (Ali ‘Imran 99)

 

(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya. (Al Anfaal 49)

 

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (An Nisaa’ 61)

 

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. (Al Munaafiquun 1-2)

 

Ketiga golongan (orang-orang musyrik, Ahli Kitab dan orang-orang munafik) itulah orang-orang yang mendustakan Allah SWT, agama-Nya, Rasul-Rasul-Nya, ayat-ayat-Nya atau menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. Allah SWT berfirman:

 

Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu Rasul-Rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al A’raaf 35-36)

 

Tilmidzi: “Bagaimana penduduk negeri-negeri menjalani hidupnya?”

 

Mudariszi: “Pemimpin negeri-negeri yang tidak menyukai agama Islam memerintah dengan peraturannya sendiri. Akibatnya timbul pemimpin-pemimpin yang zalim hingga merugikan rakyatnya. Hal itu dijelaskan sebagai berikut:

 

Dari Umar bin Khaththab dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: Maukah aku memberitahukan kepadamu tentang sebaik-baik pemimpinmu dan sejelek-jelek mereka? Sebaik-baik pe­mimpinmu adalah orang-orang yang kamu mencintai mereka dan mereka mencintaimu dan mereka mendo’akan baik kepadamu dan kamu mendo’akan baik kepada mereka. Adapun sejelek-jelek pemimpinmu adalah orang-orang yang kamu membenci mereka dan mereka membenci kamu dan kamu mengutuk mereka dan mereka mengutuk kamu. (HR Tirmidzi)

 

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW ber­sabda: Apabila para pemimpinmu adalah sebaik-baik kamu dan orangorang kaya dari kamu adalah orang-orang yang dermawan dan urusanurusanmu dimusyawarahkan di antara kamu, maka di atas bumi (hidup) itu lebih baik bagimu daripada di dalamnya (mati). Dan apabila para pemimpinmu adalah sejelek-jelek kamu dan orang-orang kaya dari kamu adalah orang-orang kikir dan urusanmu diserahkan kepada wani­ta, maka dalam bumi (mati) baik bagimu daripada atasnya (hidup).” (HR Tirmidzi)

 

Ilmu agama dipinggirkan, banyak ulama yang gugur, timbul kekacauan akhlak dengan perbuatan haram seperti pembunuhan, menjual agama dan lain-lain. Pemimpin negeri-negeri mengambil karunia-Nya di bumi sesukanya sehingga merusak bumi dan terjadi banyak bencana seperti gempa bumi, banjir, musim dan udara berubah tidak teratur. Hal itu telah dijelaskan sebagai berikut:

 

Dari Syaqiq, dia berkata: Adalah aku bersama Abdullah (ibnu Masud) dan Abu Musa (AlAsyari), maka keduanya berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya di antara dua tangan (yakni di hadapan) kiamat terdapat beberapa hari dimana pada hari-hari itu ilmu diangkat (dengan kematian ulama), kebodohan turun pada hari-hari itu dan pada hari-hari itu banyak kekacauan (kekacauan itu adalah pembunuhan).” (HR Bukhari)

 

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersab­da: Bergegaslah kalian mengerjakan amal-amal baik, sebelum muncul berbagai fitnah yang bagaikan penggalan-penggalan malam yang gelap; dimana pada waktu pagi seseorang masih beriman, tapi pada waktu sore menjadi kafir, atau pada waktu sore masih beriman dan pada waktu pagi menjadi kafir; dia menjual agamanya dengan harta-benda dunia. (HR Muslim)

 

Dari Al Mustalim bin Said dari Rumaih Al-Judzam dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW ber­sabda: Apabila harta rampasan bergilir antara golongan dengan golongan lain, amanat menjadi harta rampasan, zakat dianggap denda, dipelajari ilmu selain agama, seorang laki-laki taat kepada isterinya, mendurhakai Ibunya, mendekati semua karibnya, menjauhi Ayahnya, suara-suara diteriakkannya keras-keras di masjid, orang jahat di antara golongan orang yang memimpin mereka, pemimpin kaum adalah orang yang paling rendah akhlaknya, seseorang ditakuti karena takut kejahatannya, wanita penyanyi dan musik merajalela, arak-arak diminum, akhir umat ini mengutuk umat yang terdahulu, maka ketika itu hendak­lah mereka menunggu angin merah, gempa bumi, kebinasaan bumi, ber­ubah bentuknya, dilempar batu dari langit dan tanda-tanda lain yang berurutan, seperti kalung mutiara yang rapuh yang putus benangnya lalu berturutan lepasnya. (HR Tirmidzi)

 

Agama Islam hanya tegak bagi orang-orang beriman yang menjalani hidupnya sebagai berikut:

 

Dari Jabir bin Samurah dari Rasulullah SAW, sesungguh­nya beliau bersabda: Agama ini akan senantiasa tegak, mengingat ada sekelompok kaum muslimin yang membelanya sampai hari kiamat. (HR Muslim)

 

Dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Akan datang suatu masa atas manusia dimana orang yang sabar dalam menjalankan agamanya seperti orang yang memegang bara api. (HR Tirmidzi)

 

Dari Maqil bin Yasar bahwa Rasulullah SAW ber­sabda: Ibadah dalam suasana kacau itu seperti hijrah kepadaku. (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Apakah pemimpin yang tidak menyukai agama Islam memerangi umat Islam?”

 

Mudariszi: “Pemimpin negeri-negeri dengan peraturan mereka yang merusak bumi dan akhlak manusia memerangi negeri-negeri umat Islam. Karena itu Allah SWT berfirman:

 

Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. (Al Baqarah 217)

 

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (Al Anfaal 73)

 

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad 7)

 

Hingga pada suatu waktu, negeri Syam diperangi oleh pasukan Nasrani dan Rasulullah SAW perintahkan umat Islam ke Syam membantu saudaranya. Khalifah (pemimpin) umat Islam itu memiliki nama yang sama dengan nama Rasulullah SAW dan Bapak beliau. Khalifah berhasil mengalahkan pasukan Nasrani, sebagai berikut:

 

Bahz bin Hakim memberitahu­kan kepada kami, dari Ayahnya dari kakeknya, dia berkata: “Aku berkata: Wahai Rasulullah, dimana engkau memerintahkan kepadaku? Beliau bersabda: Disana. Beliau memberi isyarat dengan tangannya ke arah Syam.” (HR Tirmidzi)

 

Dari Ashim dari Zirr dari Abdillah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: Seorang dari keluargaku akan berkuasa yang namanya cocok dengan namaku. (HR Tirmidzi)

 

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Biarkan kami mendapatkan orang-orang yang telah menawan teman-­teman kami, kami akan membunuhnya. Pasukan muslim menjawab: Tidak, demi Allah. Kami tidak akan membiarkan kalian membunuh saudara-saudara kami. Akhirnya terjadi pertempuran di antara mereka. Sepertiga dari pasukan muslim melarikan diri, Allah tidak akan mene­rima taubat mereka selamanya; sepertiga lagi terbunuh, mereka adalah syuhada yang paling utama di sisi Allah; dan yang sepertiga lagi menang, tidak difitnah selamanya, maka mereka menguasai Konstantinopel. (HR Muslim)

 

Dari Abu Nadlrah, ia,berkata: Kami berada di tem­pat Jabir bin Abdullah, ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda: Pada akhir masa umatku akan ada seorang Khalifah yang membagi-bagikan harta tanpa menghitungnya. (HR Muslim)

 

Ketika itu turun Nabi ‘Isa yang dibawa oleh malaikat kepada Khalifah dan pasukan umat Islam. Nabi ‘Isa turun untuk membantu pasukan umat Islam dan beliau melakukannya dengan mengikuti syariat agama Islam. Rasulullah SAW menjelaskan itu sebagai berikut:

 

Dari Nawwas bin Saman, ia berkata: Suatu pagi Rasulullah SAW bercerita tentang Dajjal, beliau bersabda: Ketika ia dalam keadaan demikian, mendadak Allah mengutus Al Masih putera Maryam. Beliau turun di menara putih, sebelah timur Damaskus dengan mengenakan pakaian yang dicelup zafaran, dan meletakkan telapak tangannya pada sayapnya dua malaikat; apabila beliau menundukkan kepala airpun menetes, dan jika mengangkat kepala, berluncuranlah air tadi bagaikan mutiara; orang kafir yang mencium bau nafas beliau pasti mati, sedangkan nafas beliau itu dapat mencapai sejauh pandangan mata beliau.” (HR Muslim)

 

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW ber­sabda: Bagaimanakah kalian bila Ibnu Maryam turun pada kalian lalu menjadi imam kalian dari kalian? Aku (Al Walid bin Muslim, perawi hadis) berkata kepada Ibnu Abu Dzibi (yang menceritakan): Al Auzaiy menceritakan kepadaku mela­lui jalur Az Zuhri dari Nafi dari Abu Hurairah: “Dan imam kalian di antara kalian.” Ibnu Dzibi bertanya: Tahukah engkau apa yang dimaksud dengan rnenjadi imam kalian dari kalian? Aku berkata: Beritahukanlah kepadaku.Ibnu Abu Dzibi berkata: Dia (Isa) menjadi imam kalian dengan meng­gunakan Kitab Tuhan kalian Tabaraka wa Taala (Al Qur’an) dan Sun­nah Nabi kalian Muhammad SAW.” (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Mengapa Nabi ‘Isa diturunkan untuk membantu Khalifah dan pasukan umat Islam?”

 

Mudariszi: “Selain membantu pasukan umat Islam, Nabi ‘Isa juga ditugaskan oleh Allah SWT untuk membunuh Al Masih Dajjal yang telah keluar, yaitu sebagai berikut:

 

Jabir berkata: Nafi berkata: Hai Jabir, kita tidak akan melihat Dajjal keluar sebelum Rum ditaklukkan.” (HR Muslim)

 

Dari Abi Bakrah bin Abi Maryam dari Al Walid bin Sufyan dari Yazid bin Qutaib As Sukuni dari Abi Bah­riyyah sahabat Muadz bin Jabbal dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: Peperangan yang dahsyat, terbukanya Konstantinopel dan keluarnya Dajjal itu dalam tujuh bulan. (HR Tirmidzi)

 

Nabi ‘Isa lalu memecahkan salib, membunuh babi, menetapkan zakat, membunuh Al Masih Dajjal, dan pasukan umat Islam mengalahkan pasukan Yahudi, sebagai berikut:

 

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Demi Allah! Ibnu Maryam (Isa) benar-benar akan turun. Dia akan memecahkan salib, membunuh babi dan meletakkan upeti.” (HR Muslim)

 

Dari Bani Amr bin Auf, dia berkata: Aku mendengar pamanku yaitu Mujamma bin Jariyah Al-Anshari berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Ibnu Maryam membunuh Dajjal di pintu Ludd. (HR Tirmidzi)

 

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersab­da: Kiamat tidak akan tiba sebelum kaum muslimin berperang dengan Yahudi, maka kaum muslimin dapat mengalahkan mereka sampai ada orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu atau pohon tadi berkata: Hai muslim, hai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakangku. Kemarilah dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (se­jenis pohon berduri), karena ia pohonnya orang Yahudi.” (HR Muslim)

 

Setelah itu Nabi ‘Isa diperintahkan oleh Allah SWT untuk membawa hamba-hamba-Nya ke gunung karena kaum musyrik Ya’juj dan Ma’juj akan memeranginya. Allah SWT lalu membinasakan kaum Ya’juj dan Ma’juj, itu dijelaskan sebagai berikut:

 

Dari Nawwas bin Saman, ia berkata: Suatu pagi Rasulullah SAW bercerita tentang Dajjal, beliau bersabda: Kemudian beliau (Isa) mencari Dajjal dan menemukannya di Babu Ludd (daerah dekat Baitul Muqqadas) lalu membunuhnya. Setelah itu beliau didatangi kaum yang telah dijaga Allah dari kejahatan Dajjal, beliau mengusap wajah mereka lalu menceritakan derajat mereka di surga. Ketika beliau dalam keadaan demikian, tiba-tiba Allah memberikan wahyu: “Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tiada seorangpun yang mampu membunuhnya, maka jaga dan kumpulkanlah hamba-hambaKu di gunung Thur.” (HR Muslim)

 

Dari Nawwas bin Saman, ia berkata: Suatu pagi Rasulullah SAW bercerita tentang Dajjal, beliau bersabda: “Maka Allah mengirim ulat ke tengkuk mereka (Yajuj) dan (Majuj) sehingga mereka semua mati seperti matinya satu jiwa. (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Apakah agama Islam ditegakkan kembali oleh Nabi ‘Isa?”

 

Mudariszi: “Allah SWT mencuci bumi dengan menurunkan hujan hingga bumi menjadi berkah. Nabi ‘Isa lalu menegakkan agama Islam di bumi dan beliau menjadi hakim yang adil hingga tidak ada lagi permusuhan, setiap orang berharta dan tidak mau menerima sedekah. Hal itu dijelaskan sebagai berikut:

 

Dari Nawwas bin Saman, ia berkata: Suatu pagi Rasulullah SAW bercerita tentang Dajjal, beliau bersabda: Kemudian Allah mengirim hujan yang tidak dapat dihalangi oleh rumah dari tanah maupun dari bulu, maka hujan tadi mencuci bumi sampai bersih seperti kaca, lalu dikatakan kepada bumi: Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikan berkahmu. Maka pada hari itu serombongan orang memakan buah delima dan berteduh dengan kelopaknya; air susu pun diberkati sehingga air susu seekor unta yang hampir beranak cukup un­tuk serombongan orang, air susu seekor sapi cukup untuk satu kabilah, air susu seekor kambing cukup untuk satu keluarga.” (HR Muslim)

 

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Demi Allah! Ibnu Maryam (Isa) benar-benar akan turun se­bagai hakim yang adil.” (HR Muslim)

 

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Demi Allah! Ibnu Maryam (Isa) benar-benar akan turun. Unta muda (menurut orang Arab, merupakan harta paling berharga) akan ditinggalkan, tidak lagi diidamkan. Per­musuhan, saling benci dan saling iri akan hilang. Harta disodor­kan tetapi tak seorangpun mau menerimanya.” (HR Muslim)

 

Dari Al-Qasim bin Al Fadhl, Abu Nadhrah AlAbdi memberitahukan kepada kami dari Abi Said Al-Khudriy, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Demi Dzat yang diriku dalam tanganNya (kekuasaanNya), hari kiamat tidak datang sehingga binatang buas ber­bicara kepada manusia dan sehingga ujung cemetinya, tali sepatunya berbicara kepada seseorang dan pahanya memberitahukan kepadanya mengenai apa yang diperbuat keluarganya sepeninggalnya.” (HR Tirmidzi)

 

Tilmidzi: “Apakah agama Islam itu terus tegak hingga kiamat?”

 

Mudariszi: “Rasulullah SAW menjelaskan keluarnya Al Masih Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa dan turunnya kaum Ya’juj Ma’juj itu merupakan tanda-tanda kiamat, sebagai berikut:

 

Dari Hudzaifah bin Usaid Al Ghiffariy, ia berkata: Ketika kami sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Rasulullah SAW men­datangi kami, beliau bertanya: Apa yang kamu bicarakan? Mereka berkata: Kami sedang membicarakan kiamat. Beliau bersabda: Se­sungguhnya kiamat tidak akan terjadi sebelum muncul sepuluh tanda­-tandanya. Kemudian beliau menyebutkan asap, Dajjal, binatang rak­sasa, terbitnya matahari dari arah Barat, turunnya Nabi Isa, mun­culnya Yajuj dan Majuj, terjadinya tiga keruntuhan: keruntuhan di Timur, Barat dan Jazirah Arab; dan yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke padang makhsyar.” (HR Muslim)

 

Pada masa itu orang-orang yang beriman akan dicabut nyawanya sehingga yang tinggal di bumi hanya orang-orang kafir. Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dari Nu’man bin Salim, ia berkata: “Aku mendengar Ya’qub bin Ashim bin Urwah bin Mas’ud Ats Tsaqafi berkata: “Aku mendengar Abdullah bin Amr didatangi seorang lelaki lalu berka­ta: “Rasulullah SAW telah bersabda: “Setelah itu manusia tinggal di bumi selama tujuh tahun, tiada rasa permusuhan di antara dua orang. Kemudian Allah mengirim angin yang dingin dari arah Syam, maka tiada seorang pun yang di hatinya terdapat sebiji sawi kebaikan atau iman yang tinggal di bumi melainkan pasti mati, sehingga andai sa­lah seorang di antara kamu masuk ke dalam perut gunung, angin ta­di akan masuk pula dan mencabut nyawanya.” Aku mendengar pu­la dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Maka tinggallah manu­sia-manusia jahat (yang hidup) dalam kesigapan burung dan akal binatang buas, mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak menging­kari kemungkaran. Maka setan menjelma (sebagai manusia) di ha­dapan mereka lalu bertanya: “Tidakkah kalian mau memerintahkan mereka agar menyembah berhala”, sedang pada waktu itu rezeki me­reka berlimpah dan kehidupan mereka terjamin.” (HR Muslim)

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sampai pinggung wanita-wanita suku Daus bergoyang di sekitar Dzul Khalashah. Dzul Khalashah adalah berhala yang pada jaman Jahiliyah di­sembah suku Daus di Tabalah (suatu tempat di Yaman). (HR Muslim)

 

Dari Nawwas bin Saman, ia berkata: Suatu pagi Rasulullah SAW bercerita tentang Dajjal, beliau bersabda: Ketika mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirim angin yang harum yang bertiup di bawah ketiak mereka lalu mencabut nyawa setiap orang mumin dan muslim, dan yang tersisa adalah orang-orang jahat yang melakukan persetubuhan seperti keledai (bersetubuh di depan umum tanpa rasa malu), maka pada masa mereka itulah kiamat terjadi.” (HR Muslim)

 

Sunnah Rasulullah di atas menunjukkan agama Islam tidak tegak lagi dan Rasulullah SAW menjelaskan tentang Allah SWT dan Ka’bah (Baitullah), sebagai berikut:

 

Dari Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Hari kiamat tidak bakal terjadi sampai tidak dikatakan lagi di bumi: Allah, Allah.” (HR Muslim)

 

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersab­da: Orang-orang yang berbetis kecil dari Habasyah akan menghancur­kan Baitullah Azza wa Jalla.” (HR Muslim)

 

Allah SWT dan Rasulullah SAW menjelaskan orang-orang kafir itu melihat matahari terbit di Barat, keluarnya binatang melata dan terjadinya kiamat, sebagai berikut:

 

Dan apabila perkatan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (An Naml 82)

 

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Aku menghafal satu hadis dari Rasulullah SAW yang belum pernah aku lupakan. Aku mendengar beliau bersabda: Tanda-tanda kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari Barat dan keluarnya binatang darat kepada manusia pada waktu Dhuha. Mana saja yang muncul lebih dulu, maka yang lain akan menyusul dalam waktu dekat. (HR Muslim)

 

Dari Hammam bin Munabbih, ia berkata: Ini Rasulullah SAW, beliau bersabda: Kiamat terjadi, sementara seseorang sedang memerah untanya, maka sebelum wadahnya sampai ke mulutnya, kiamat sudah tiba; dua orang sedang mengadakan jual beli pakaian, maka sebelum mereka sempat menyelesaikannya, kiamat sudah terjadi; seseorang akan melepah kolamnya, maka sebelum sempat mulai, kiamat sudah tiba.” (HR Muslim)

 

Wallahu a’lam.

Leave a Reply