Bab 7

Bagaimana Semesta Alam Ketika Kiamat Terjadi?

Dialog Seri 7: 3   Tilmidzi: “Apakah yang terjadi ketika kiamat datang?”   Mudatriszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:   Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. (An Naml 87)   Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang …

Apakah Manusia Dibawa Ke Neraka Setelah Dihidupkan?

Dialog Seri 7: 5   Tilmidzi: “Apakah yang dilakukan oleh manusia ketika dikumpulkan untuk menghadap Allah SWT?”   Mudariszi: “Ketika manusia dibawa oleh malaikat menuju kepada Allah SWT, Dia lalu memerintahkan malaikat sebagai berikut:   (Kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, selain Allah; maka …

Apakah Semua Yang Ada Di Semesta Alam Akan Mati?

Dialog Seri 7: 2   Tilmidzi: “Apakah semua yang ada di bumi akan mati seperti manusia?”   Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:   Semua yang ada di bumi itu akan binasa. (Ar Rahmaan 26)   Tilmidzi: “Apakah semua yang binasa (mati) itu termasuk gunung-gunung?”   Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan tentang …

Kapan Allah SWT Membangkitkan Manusia?

Dialog Seri 7: 4   Tilmidzi: “Apakah Allah SWT akan menghidupkan (membangkitkan) kembali semua makhluk termasuk manusia yang telah mati?”   Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:   Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati). (An Najm 47)   Hanya kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali, sebagai janji yang …

Bagaimana Keadaan Manusia Setelah Mati?

Dialog Seri 7: 1    Tilmidzi: “Bukankah manusia pasti akan mati?”   Mudariszi: “Ya! Manusia pasti akan mati, karena Allah SWT, Tuhan manusia, Pencipta manusia, menjelaskan hal itu sebagai berikut:   Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun. (Al Anbiyaa’ 34)   Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (Al ‘Ankabuut 57)   Tilmidzi: “Apakah …