Dialog Seri 10: 32
Tilmidzi: “Apakah Nabi Ilyas juga termasuk Rasul Allah?”
Mudariszi: “Ya! Dan Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang Rasul-Rasul. (Ash Shaaffat 123)
Nabi Ilyas adalah anak cucu keturunan Nabi Ya’qub (Israil), sehingga beliau itu Nabi dari Bani Israil. Allah SWT menjadikan Nabi Ilyas sebagai orang yang saleh, dan hal itu dijelaskan firman-Nya ini:
Dan Zakaria, Yahya, ‘Isa dan Ilyas, semuanya termasuk orang-orang yang saleh. (An An’aam 85)
Tilmidzi: “Kepada kaum apakah Nabi Ilyas diutus oleh Allah SWT?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan Dia mengutus Nabi Ilyas dengan diberikan ayat-ayat-Nya kepada kaum yang menyembah tuhan (patung) berhala yang mereka berikan nama Ba’l. Nabi Ilyas lalu menyeru kepada mereka untuk menyembah Allah SWT saja dan mengikuti agama-Nya. Allah SWT menjelaskan itu sebagai berikut:
(Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Ba’l (berhala) dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan Bapak-Bapakmu terdahulu?” (Ash Shaaffaat 124-126)
Tapi kaum tersebut tidak mau mengikuti seruan Nabi Ilyas, sehingga Allah SWT kemudian menjelaskan tentang kaum itu sebagai berikut:
Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). (Ash Shaaffaat 127-128)
Allah SWT lalu membalas kebaikan Nabi Ilyas yang telah menyampaikan ayat-ayat-Nya kepada kaum tersebut, dan hal itu dijelaskan firman-Nya ini:
Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu): “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. (Ash Shaaffaat 129-132)
Wallahu a’lam.