Dimana Allah SWT Jika Dia Ada?

Dialog Seri 19: 3

 

Tilmidzi: “Apakah Allah SWT Yang Ghaib menjelaskan keberadaan-Nya?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan dalam Al Qur’an tentang perkara di atas itu sebagai berikut:

 

Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia. (Al Mu’minuun 116)

 

Allah SWT menjelaskan ‘Arsy-Nya itu sebagai berikut:

 

Dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air. (Huud 7)

 

Tilmidzi: “Apakah Allah SWT tinggal di ‘Arsy-Nya?”

 

Mudariszi: “Allah SWT tidak mengatakan bahwa Dia tinggal di ‘Arsy-Nya, tapi Dia menjelaskan sebagai berikut:

 

(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy. (Thaahaa 5)

 

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. (As Sajdah 4)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa Allah SWT tidak bersemayam (tinggal) di ‘Arsy-Nya tapi di atas ‘Arsy-Nya. Dengan demikian, penjelasan-Nya di atas menunjukkan keberadaan Allah SWT di langit (atau di atas langit) seperti dijelaskan firman-Nya ini:

 

Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang? (Al Mulk 16)

 

Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku? (Al Mulk 17)                

 

Tilmidzi: “Apakah ‘Arsy-Nya itu berada di langit atau di atas langit?”

 

Mudariszi: “Rasulullah SAW menjelaskan perkara di atas itu sebagai berikut:

 

Abd bin Humaid dan lain-lainnya menceritakan kepada kami, dengan arti yang sama mereka berkata: “Yunus bin Muhammad mem¬beritahukan kepada kami, Syaiban memberitahukan kepada kami dari Abdur Rahman dari Qatadah berkata: “Al-Hasan menceritakan dari Abu Hurairah yang berkata: “Ketika Rasulullah SAW duduk beserta para sa¬habat beliau, tiba-tiba awan datang kepada mereka, lalu Rasulullah SAW bersabda: “Apakah kamu mengerti apa ini?” Mereka berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengerti.” Beliau bersabda: “Ini adalah awan dan awan ini adalah pembawa air bagi bumi dimana Allah menggiringnya kepada kaum yang tidak mensyukuri-Nya dan tidak menyembah-Nya.” Kemudian beliau bersabda: “Apakah kamu mengerti apa yang di atasmu?” Mereka berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengerti.” Be¬liau bersabda: “Sesungguhnya di atasmu adalah langit dan langit adalah atap yang terjaga dan gelombang laut yang tidak bisa terlepas.” Beliau bersabda: “Apakah kamu mengerti berapa jarak antara kamu dan langit?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengerti.” Be¬liau bersabda: “Jarak antara kamu dan langit adalah perjalanan lima ratus tahun.” Kemudian beliau bersabda: “Apakah kamu mengerti apa yang di atas langit itu?” Mereka berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya di atas langit ada dua langit, jarak antara keduanya perjalanan lima ratus tahun”, sehingga beliau menghitung tujuh langit jarak antara setiap langit satu dengan langit yang lain adalah perjalanan antara langit dan bumi. Kemudian beliau bersabda: “Apakah kamu mengerti apa yang di atas langit tu¬juh.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya di atasnya adalah ‘Arsy (singga¬sana) dan jarak antara ‘Arsy dan langit adalah sejauh antara langit dan bumi.” (HR Tirmidzi)

 

Dengan demikian, ‘Arsy-Nya itu berada di langit atau di atas langit (yang tujuh lapis) dan bumi, dan manusia tidak akan dapat mencapainya. Penjelasan-Nya itu hanya untuk diketahui oleh manusia tentang keberadaan-Nya, sehingga manusia tidak perlu lagi meragukan atau memperdebatkan keberadaan Allah SWT Tuhan manusia yang ghaib.”

 

Wallahu a’lam.

 

Leave a Reply