Apakah Hanya Allah SWT Tuhan Pencipta Semesta Alam?

Dialog Seri 19: 12

 

Tilmidzi: “Apakah hanya Allah SWT yang menciptakan semesta alam termasuk langit dan bumi beserta semua apa yang ada di langit dan di bumi?”

 

Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. (As Sajdah 4)

 

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. (Qaaf 38)

 

Dan di antara ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. (Asy Syuura 29)

 

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. (Al Hujuraat 18)

 

Tilmidzi: “Bagaimana dengan sebagian orang yang mengatakan ada tuhan selain Allah SWT hingga mereka menyembah tuhan-tuhan tersebut?”

 

Mudariszi: “Jika ada yang mengatakan ada tuhan selain Dia, itu menunjukkan bahwa ada tuhan lain yang ikut menciptakan semesta alam sehingga tuhan itu disembah pula oleh mereka. Allah SWT membantah ucapan orang-orang itu dengan Dia perintahkan Rasulullah SAW agar menyampaikan kepada mereka firman-Nya ini:

 

Katakanlah: “Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bahagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit?” (Faathir 40)

 

Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) sebesar zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. (Saba’ 22)

 

Orang-orang yang mengatakan ada tuhan selain Dia atau ada pencipta selain Dia itu seharusnya memiliki bukti dari tuhannya itu. Karena itu Allah SWT perintahkan Rasulullah SAW untuk menyampaikan firman-Nya ini kepada mereka, sebagai berikut:

 

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkanlah kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi itu atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku kitab yang sebelum (Al Qur’an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar. (Al Ahqaaf 4)

 

Jika mereka tidak dapat membuktikannya, maka ucapan mereka itu hanya berdasarkan dugaannya saja. Dan dugaannya itu pasti tidak benar, karena Allah SWT menjelaskan tentang dugaan itu sebagai berikut:

 

Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedangkan sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran. (An Najm 28)

 

Allah SWT lalu menjelaskan kepada orang-orang yang mengatakan (beranggapan) ada tuhan selain Dia yang disembahnya atau tuhan pencipta selain Dia sebagai, berikut:

 

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. (Al Hajj 73)

 

Tilmidzi: “Bagaimana dengan orang-orang yang bilang Allah SWT mempunyai anak?”

 

Mudariszi: “Orang-orang yang bilang Allah SWT mempunyai anak itu adalah orang-orang kafir, seperti yang Dia jelaskan dalam firman-Nya ini:

 

Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak. (Al Baqarah 116)

 

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (Maryam 88)

 

Dan mereka membohong (dengan mengatakan): “Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan”, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. (Al An’aam 100)

 

Padahal Allah SWT menjelaskan dalam kitab-Nya (Al Qur’an) sebagai berikut:

 

Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. (Al An’aam 101)

 

Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. (Al Jin 3)

 

Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. (Al Ikhlash 3)

 

Semua yang ada di semesta alam ini adalah ciptaan-Nya dan kepunyaan-Nya, sehingga jika Dia menghendaki anak atau isteri, maka hanya Dia saja yang paling berhak untuk menetapkannya. Manusia (orang-orang kafir) yang hanya makhluk ciptaan-Nya tidak ada hak apapun dalam menetapkan urusan Tuhannya. Allah SWT berfirman:

 

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. (Az Zumar 4)

 

Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya). (Al Anbiyaa’ 17)

 

Karena itulah Allah SWT lalu mempertanyakan cara berfikir orang-orang kafir tersebut melalui firman-Nya ini:

 

Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan? Maka apakah kamu tidak memikirkan? Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata? Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar. (Ash Shaaffaat 154-157)

 

Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang kamu tidak ketahui? (Yunus 68)

 

Allah SWT mengetahui orang-orang kafir itu tidak dapat membuktikan ucapannya, yang mengatakan Dia mempunyai (mengambil) anak. Sehingga Dia membantahnya dengan mengatakan mereka telah berbohong (berdusta), melalui firman-Nya ini:

 

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: “Allah beranak.” Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. (Ash Shaaffaat 151-152)

 

Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (Maryam 89-93)

 

Tilmidzi: “Bagaimana jika tuhan selain Allah SWT yang dikatakan oleh orang-orang itu adalah anak Tuhan?”

 

Mudariszi: “Sekalipun dikatakan tuhan selain Dia itu anak Tuhan, maka anak Tuhan itu tetap tidak mungkin ikut menciptakan semesta alam. Siapapun tuhan selain Dia yang ikut menciptakan semesta alam, maka tuhan itu berarti memiliki andil dalam penciptaan semesta alam. Sehingga tuhan itu berhak menuntut hak ciptanya dalam memelihara dan mengurus. Jika tidak diberikan, maka akan terjadi kekacauan, keributan dan kehancuran yang merugikan makhluk-makhluk di semesta alam. Allah SWT berfirman:

 

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya; kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. (Al Mu’minuun 91)

 

Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. (Al Anbiyaa’ 22)

 

Padahal, hingga saat ini tidak pernah terjadi kekacauan dan kerusakan pada semesta alam. Dengan demikian hanya Allah SWT saja yang menciptakan, memelihara dan mengurus semesta alam, seperti dijelaskan firman-Nya berikut ini:

 

Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara. (An Nisaa’ 171)

 

Tilmidzi: “Dengan mengatakan Allah SWT mempunyai anak, bukankah orang-orang kafir itu telah menjadikan makhluk-makhluk ciptaan-Nya sebagai bagian daripada-Nya?”

 

Mudariszi: “Ya! Dan Allah SWT menjelaskan hal itu melalui firman-Nya ini:

 

Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. (Az Zukhruf 15)

 

Padahal Allah SWT telah menjelaskan tentang Dia melalui firman-Nya ini:

 

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (Al Ikhlash 2)

 

Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (Al Ikhlash 4)

 

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. (Asy Syuura 11)

 

Contoh hamba-hamba-Nya yang dijadikan oleh mereka (orang-orang kafir) sebagai bagian daripada-Nya, yaitu firman-Nya berikut ini:

 

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak.” Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimulyakan. (Al Anbiyaa’ 26)

 

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah”, dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. (At Taubah 30)

 

Karena itu Allah SWT lalu menjelaskan kepada manusia tentang mereka (orang-orang kafir) itu melalui firman-Nya ini:

 

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku. (Thaahaa 14)

 

Dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya. (Al Mu’minuun 91)

 

Dan Allah SWT menjelaskan pula kepada manusia tentang mereka (orang-orang kafir) itu melalui firman-Nya ini:

 

Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (ke-Esaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Luqman 20)

 

Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa Kitab (wahyu) yang bercahaya. (Al Hajj 8)

 

Wallahu a’lam.

Leave a Reply