Dialog Seri 10: 33
Tilmidzi: “Apakah Allah SWT menjelaskan kisah Nabi Ilyasa’?”
Mudariszi: “Allah SWT tidak banyak menjelaskan kisah Nabi Ilyasa’ kecuali seperti yang dijelaskan firman-Nya ini:
Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik. (Shaad 48-49)
Dan Isma’il, Ilyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). (Al An’aam 86)
Nabi Ilyasa’ adalah Rasul Allah, karena beliau tidak berbeda dengan Nabi Luth, Nabi Ismail, Nabi Yunus, yang semuanya adalah Rasul-Rasul-Nya.”
Tilmidzi: “Apakah Allah SWT menjelaskan kisah Nabi Dzulkifli?”
Mudariszi: “Tidak berbeda dengan Nabi Ilyasa’, Allah SWT juga tidak menjelaskan kisah Nabi Dzulkifli kecuali penjelasan sebagai berikut:
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh. (Al Anbiyaa’ 85-86)
Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik. (Shaad 48-49)
Nabi Dzulkifli adalah Rasul Allah karena beliau tidak berbeda dengan Nabi Idris, Nabi Ismail, Nabi Ilyasa’, yang semuanya Rasul-Rasul-Nya.”
Tilmidzi: “Apakah kedua Rasul di atas itu bukan dari Bani Israil?”
Mudariszi: “Allah SWT tidak menjelaskan jika kedua Rasul itu dari Bani Israil. Allah SWT mengutus keduanya kepada kaumnya masing-masing, karena bukan tidak mungkin Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa untuk manusia itu tidak sampai kepada kedua kaum Rasul tersebut. Allah SWT banyak mengutus Rasul-Rasul kepada manusia (kaum), tapi hanya beberapa Rasul saja yang dijelaskan dalam Al Qur’an. Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Dan (Kami telah mengutus) Rasul-Rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-Rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. (An Nisaa’ 164)
Wallahu a’lam.