Apakah Allah SWT Menciptakan Kehidupan Di Semesta Alam?

Dialog Seri 19: 6

 

Tilmidzi: “Apakah Allah SWT menciptakan kehidupan di semesta alam?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menciptakan kehidupan di semesta alam dengan dua kehidupan yaitu kehidupan dunia (kehidupan di langit dan bumi) dan kehidupan akhirat (kehidupan di luar langit dan bumi) dengan segala sesuatu ciptaan-Nya termasuk dengan semua makhluk ciptaan-Nya. Allah SWT berfirman:

 

Dan sesungguhnya kepunyaan Kami-lah akhirat dan dunia. (Al Lail 13)

 

Kami-lah Pelindung-pelindung-mu dalam kehidupan dunia dan di akhirat. (Fushshilat 31)

 

Allah SWT menjadikan semua makhluk ciptaan-Nya dengan masing-masing memiliki fitrahnya (termasuk sifatnya dan urusannya). Allah SWT menjadikan segala sesuatu yang hidup sebagai berikut:

 

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. (Al Anbiyaa’ 30)

 

Segala sesuatu yang hidup (termasuk makhluk hidup) dalam firman-Nya di atas adalah hidup di kehidupan dunia.”

 

Tilmidzi: “Apakah Allah SWT menetapkan ketentuan bagi segala sesuatu itu?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menciptakan dan memelihara (atau mengatur) segala sesuatu termasuk mengatur semua urusan dari setiap ciptaan-Nya termasuk semua urusan setiap makhluk ciptaan-Nya. Allah SWT berfirman:

 

Allah mengatur urusan (makhluk-Nya). (Ar Ra’d 2)

 

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. (Adz Dzaariyaat 49)

 

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Al Qamar 49)

 

Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (Ar Ra’d 8)

 

Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. (An Nisaa’ 86)

 

Dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. (Al Jin 28)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa Allah SWT telah menetapkan ketentuan bagi setiap segala sesuatu, seperti dijelaskan firman-Nya berikut ini:

 

Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Ath Thalaaq 3)

 

Sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya. (Al Qamar 3)

 

Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (Al Furqaan 2)

 

Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (Maryam 93)

 

Berdasarkan penjelasan-Nya dan ketentuan-Nya di atas, maka Allah SWT berfirman:

 

Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (Fushshilat 54)

 

Tilmidzi: “Lalu apakah Allah SWT menciptakan langit dan bumi beserta semua makhluk di langit dan di bumi dengan mengikuti ketentuan-ketentuan-Nya tersebut di atas?”

 

Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan perkara tersebut sebagai berikut:

 

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq. (Ad Dukhaan 38-39)

 

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. (Shaad 27)

 

Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. (Ar Ruum 8)

 

Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. (Al Ahqaaf 3)

 

Tilmidzi: “Jika Allah SWT menetapkan ukuran bagi segala sesuatu, lalu apakah Dia menciptakan kematian bagi segala sesuatu di semesta alam?”

 

Mudariszi: “Ya! Karena Allah SWT menetapkan ukuran (waktu) bagi segala sesuatu ciptaan-Nya termasuk semua makhluk ciptaan-Nya, maka setiap ciptaan-Nya itu akan mati (binasa) pada waktunya. Dan hal itu dijelaskan dalam firman-Nya ini:

 

Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan. (Al Mu’min 68)

 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (Ali ‘Imran 185)

 

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. (Ali ‘Imran 145)

 

Segala sesuatu yang mati tersebut adalah mati meninggalkan kehidupan dunia.”

 

Tilmidzi: “Lalu bagaimana dengan makhluk-makhluk di langit dan bumi yang mati itu?”

 

Mudariszi: “Semua ciptaan-Nya yang mati akan dikembalikan kepada Allah SWT, seperti dijelaskan firman-Nya ini:

 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Al Ankabuut 57)

 

Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk). (An Nuur 42)

 

Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk). (Qaaf 43)

 

Demikian pula dengan semua urusan dari setiap ciptaan-Nya yang telah mati (selesai) itu, yaitu dikembalikan kepada Allah SWT, seperti dijelaskan firman-Nya berikut ini:

 

Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan. (Al Baqarah 210)

 

Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (Luqman 22)

 

Tilmidzi: “Kapan segala sesuatu termasuk makhluk-makhluk di langit dan di bumi itu mati atau binasa?”

 

Mudariszi: “Pada waktu terjadinya kiamat, yaitu ketika langit dan bumi menjadi seperti berikut ini:

 

Pada hari ketika langit benar-benar bergoncang. (Ath Thuur 9)

 

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (Ar Rahmaan 37)

 

Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya. (Al Waaqi’ah 4)

 

Dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan. (Al Waaqi’ah 5-6)

 

Kiamat itu menjadikan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi akan mati atau binasa, hingga hanya Allah SWT saja yang tidak binasa. Allah SWT berfirman:

 

Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. (Qashash 88)

 

Setelah itu, maka tidak ada lagi langit dan bumi dan semua makhluk yang di langit dan yang di bumi. Itu berarti tidak ada lagi kehidupan (di) dunia.”

 

Tilmidzi: Kapan terjadinya kiamat tersebut?”

 

Mudariszi: “Waktu kiamat hanya diketahui oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman:

 

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat. (Luqman 34)

 

Tilmidzi: “Jika langit dan bumi sudah binasa dan tidak ada lagi kehidupan dunia, lalu untuk apa langit, bumi dan kehidupan dunia itu diciptakan oleh Allah SWT?”

 

Mudariszi: “Setelah kiamat yang membinasakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk di langit dan di bumi, maka Allah SWT akan mengulang penciptaan langit dan bumi untuk kali yang kedua dan itu sesuai dengan dengan takdir yang Dia telah tetapkan dan catat dalam kitab Lauh Mahfuzh. Allah SWT berfirman:

 

(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya. (Al Anbiyaa’ 104)

 

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit. (Ibrahim 48)

 

Firman-Nya di atas menunjukkan bahwa Allah SWT akan mengulangi penciptaan langit dan bumi yang lain setelah kiamat. Langit dan bumi itu bukan kehidupan dunia tapi kehidupan akhirat bagi semua ciptaan-Nya termasuk semua makhluk ciptaan-Nya.”

 

Wallahu a’lam.

 

Leave a Reply