Dialog Seri 19: 5
Tilmidzi: “Apakah Allah SWT menciptakan ‘Arsy-Nya?”
Mudariszi: “Ya! Rasulullah SAW menjelaskan perkara tersebut sebagai berikut:
Hammad bin Salamah memberitahukan kepada kami dari Ya’la bin Atha dari Waki bin Hudus dari pamannya Abu Razin, ia berkata: “Saya bertanya: “Hai Rasulullah, dimana letak tempat Tuhan kita sebelum Tuhan menciptakan makhluknya?” Rasulullah menjawab: “Tuhan ada di mega yang tipis yang di bawahnya tidak ada udara dan di atasnyapun tidak ada udara, dan Tuhan menciptakan ‘Arsy-Nya di atas air.” (surat Huud ayat 7). (HR Tirmidzi)
Setelah menciptakan ‘Arsy-Nya di atas air, Allah SWT lalu menuliskan takdir bagi semua makhluk di kitab induk Lauh Mahfuzh, dan Dia kemudian menciptakan langit dan bumi. Rasulullah SAW menjelaskan perkara itu sebagai berikut ini:
Dari Imran bin Hushain, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Allah ada, sedang selain Dia belumlah ada. Arasy-Nya itu di atas air, dan Dia menuliskan (mentakdirkan) sesuatu pada Lauh Mahfuzh, dan Dia ciptakan langit dan bumi.” (HR Bukhari)
Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW pernah bersabda: “Allah telah menentukan suratan takdir semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi atau ketika Arasy–Nya masih di atas air.” (HR Muslim)
Dengan demikian ‘Arsy-Nya itu diciptakan-Nya sebelum adanya makhluk-makhluk termasuk langit dan bumi.”
Tilmidzi: “Jika demikian, apakah setelah menuliskan takdir semua makhluk lalu Allah SWT menciptakan langit dan bumi?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan dalam Al Qur’an perkara di atas itu sebagai berikuit:
Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. (As Sajdah 4)
Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. (As Sajdah 4)
Allah SWT menciptakan langit dan bumi beserta makhluk-makhluk yang ada di langit dan di bumi itu mengikuti takdir makhluk-makhluk yang Dia telah tetapkan dalam kitab induk Lauh Mahfuzh.”
Tilmidzi: “Jika demikian, bukankah Allah SWT menciptakan ‘Arsy-Nya yang di atas langit dan menciptakan langit dan bumi beserta apa yang ada di langit dan di bumi?”
Mudariszi: “Ya! Karena itu Allah SWT menjelaskan tentang Dia sebagai berikut:
Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. (Al Mu’min 64)
Tilmidzi: “Apakah Allah SWT menciptakan segala sesuatu di semesta alam yaitu di alam yang di luar langit dan bumi, dan di alam yang di dalam langit dan bumi?”
Mudariszi: “Ya! Dan Allah SWT menegaskan perkara itu melalui firman-Nya ini:
Allah menciptakan segala sesuatu. (Az Zumar 62)
Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Al An’aam 101)
Yang demikian itu ialah Tuhan Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya. (As Sajdah 6-7)
Segala sesuatu itu telah ditulis dalam kitab induk Lauh Mahfuzh. Allah SWT berfirman:
Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab. (An Naba’ 29)
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. (Al Qamar 52-53)
Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (Yaasiin 12)
Karena itu Allah SWT menjelaskan tentang Dia sebagai berikut:
Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu.” (Al An’aam 164)
Wallahu a’lam.