Dialog Seri 19: 9
Tilmidzi: “Apakah Allah SWT melebihkan manusia atas semua makhluk?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan tentang manusia sebagai berikut:
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. (Al Ahzab 72)
Untuk itu Allah SWT lalu menundukkan semua yang ada di langit dan di bumi untuk manusia ketika manusia melaksanakan amanah yang dipikulnya. Allah SWT berfirman:
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) daripada-Nya. (Al Jaatsiyah 13)
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang ada di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. (Luqman 20)
Allah SWT menundukkan semua yang ada di langit dan di bumi untuk manusia itu sudah merupakan ketetapan-Nya. Dengan demikian Allah SWT bukan melebihkan manusia atas semua makhluk di langit dan di bumi, tapi Dia melebihkan manusia atas kebanyakan makhluk ciptaan-Nya. Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Al Israa’ 70)
Tilmidz: “Apakah semua makhluk mengikuti agama-Nya yang hanya menyembah-Nya?”
Mudariszi: “Allah SWT menciptakan manusia dengan fitrahnya yang mengikuti agama-Nya yang lurus. Allah SWT berfirman:
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah (ciptaan) Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar Ruum 30)
Agama Allah yang lurus itu adalah agama tauhid yang hanya menyembah Dia saja. Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). (Az Zumar 3)
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. (Al Anbiyaa’ 92)
Seperti manusia, setiap makhluk diciptakan-Nya dengan fitrahnya masing-masing dan semua makhluk tersebut mengikuti agama-Nya yang lurus atau agama tauhid yang hanya menyembah Dia (beribadah kepada-Nya) saja. Allah SWT berfirman:
Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. (Al Mu’min 62)
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia. (Al Mu’minuun 116)
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. (An Nisaa’ 36)
Karena itu Allah SWT menjelaskan semua makhluk ciptaan-Nya sebagai bewrikut:
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa. (Ali ‘Imran 83)
Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa. (Ar Ra’d 15)
Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya. (An Nuur 41)
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. (Al Israa’ 44)
Tilmidzi: “Kenikmatan apakah yang diperoleh manusia dengan ditundukkan-Nya semua apa yang ada di langit untuk manusia?”
Mudariszi: “Manusia memperoleh nikmat dengan Dia tundukkan bintang-bintang di langit untuk manusia, sebagai berikut:
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang. (Al Furqaan 61)
Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. (An Nahl 12)
Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. (Al An’aam 97)
Manusia memperoleh nikmat dengan Dia tundukkan matahari dan bulan di langit serta waktu malam dan siang di bumi untuk manusia, sebagai berikut:
Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan. (Ibrahim 33)
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. (An Nahl 12)
Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. (An Naazi’aat 29)
Dia-lah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. (Al Furqaan 47)
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (Al Qashash 73)
Manusia memperoleh nikmat perhitungan waktu, hari, minggu, bulan, tahun dengan Dia tundukkan peredaran bintang-bintang, matahari dan bulan di garis edarnya dan orbitnya masing-masing untuk manusia, sebagai berikut:
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya. (Ar Rahmaan 17)
Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Al Anbiyaa’ 33)
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. (Al Waaqi’ah 75)
Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang. (Al Ma’aarij 40)
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu. (Faathir 13)
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (Ar Rahmaan 5)
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. (Yunus 5)
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai kemanzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. (Yaasiin 39)
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia.” (Al Baqarah 189)
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. (At Taubah 36)
Dari Ibnu Umar dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda: “Sesungguhnya kami adalah ummat yang ummi tidak dapat menulis dan menghitung bulan demikian, demikian, yakni sekali waktu dua puluh sembilan hari dan sekali waktu tiga puluh hari.” (HR Bukhari)
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah SAW memegang tanganku, lalu bersabda: “Allah Azza wa Jalla menciptakan bumi pada hari Sabtu, menciptakan gunung-gunung di dalamnya pada hari Ahad, menciptakan pepohonan pada hari Senin, menciptakan hal–hal yang tidak disukai pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, menyebarkan berbagai binatang di bumi pada hari Kamis, dan menciptakan Adam pada hari Jum’at sesudah Asar di akhir penciptaan, di penghujung waktu Jum’at, yakni antara waktu asar sampai malam.” (HR Muslim)
Tilmidzi: “Apakah semua yang ada di bumi itu Allah SWT tundukkan untuk manusia?”
Mudariszi: ”Allah SWT menjadikan bumi sebagai tempat tinggal bagi manusia yang memikul amanah sebagai khalifah, seperti dijelaskan firman-Nya berikut ini:
Dia-lah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. (Al Baqarah 22)
Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat untuk menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk. (Az Zukhruf 10)
Dia Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. (Al Mulk 15)
Dan semua yang ada di bumi ditundukkan-Nya untuk manusia seperti firman-Nya ini:
Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi. (Al Hajj 65)
Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. (An Nahl 13)
Yang berlain-lainan macam di bumi yang ditundukkan oleh Allah SWT untuk manusia itu adalah beberapa kenikmatan hidup yang diperoleh manusia, yaitu sebagai berikut:
Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? (An Naml 61)
Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka. (Al Anbiyaa’ 31)
Dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. (Ibrahim 32)
Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (An Nahl 14)
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. (An Nuur 45)
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. (Al Mulk 19)
Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka. (Yaasiin 72)
Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfa’at-manfa’at dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? (Yaasiin 72-73)
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi, supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (Az Zukhruf 12-14)
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? (Asy Syu’araa’ 7)
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. (Ar Rahmaan 6)
Dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan. (Al Mu’minuun 20)
Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu. (Yaasiin 80)
Wallahu a’lam.