Bagaimana Penciptaan Manusia Pertama Nabi Adam?

Dialog Seri 20: 1

 

Tilmidzi: “Apakah Allah SWT menjelaskan Dia akan menciptakan manusia di dunia?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan perkara itu dengan menjelaskannya kepada malaikat yaitu sebagai berikut:

 

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. (Al Baqarah 30)

 

Maksud menjadikan seorang khalifah di muka bumi dalam firman-Nya di atas adalah menjadikan manusia pertama di dunia (di muka bumi).”

 

Tilmidzi: “Bagaimana Allah SWT menciptakan manusia tersebut?”

 

Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan perkara itu sebagai berikut:

 

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” (Shaad 71)

 

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Al Hijr 28)

 

Tilmidzi: “Apakah Allah SWT memberikan nama Adam kepada manusia pertama yang berasal dari tanah itu?”

 

Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan hal itu melalui firman-Nya ini:

 

Allah menciptakan Adam dari tanah. (Ali ‘Imran 59)

 

Tilmidzi: “Lalu apakah yang Allah SWT lakukan terhadap manusia pertama yang dari tanah dan diberi bentuk tersebut?”

 

Mudariszi: “Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dari Annas, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Ketika Allah SWT membentuk Adam di surga, Allah SWT membiarkan apa yang ingin dibiarkanNya. (HR Muslim)

 

Tanah yang berbentuk manusia tersebut bukan tidak mungkin seperti patung. Allah SWT membiarkan tanah berbentuk manusia itu sekian lama hingga Dia lalu menyempurnakan bentuknya, ukurannya, sifat-sifatnya, menurut yang Dia tetapkan. Kemudian Allah SWT meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh manusia dari tanah itu hingga manusia itu bernyawa atau hidup. Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiaannya dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. (Al Hijr 28-31)

 

Perintah Allah kepada para malaikat seperti firman-Nya di atas merupakan perintah-Nya untuk sujud kepada manusia (dari tanah) yang hidup (bernyawa) setelah ditiupkan roh ciptaan-Nya ke tubuh manusia itu. Karena Allah SWT melarang semua makhluk bersujud kepada benda mati (tidak bernyawa). Dengan demikian, manusia (pertama) diciptakan oleh Allah SWT dari tanah dan dinamakan-Nya (Nabi) Adam. Allah SWT berfirman:

 

Yang demikian itu ialah Tuhan Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (Sajdah 6-7)

 

Tilmidzi: “Kapan Allah SWT menciptakan manusia pertama (Nabi Adam) itu?”

 

Mudariszi: “Allah SWT tidak menjelaskan tahun manusia pertama diciptakan, tapi Dia menjelaskan hari dan waktu penciptaaannya, seperti dijelaskan oleh Rasulullah SAW ini:

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW memegang tanganku, lalu bersabda: Allah Azza wa Jalla menciptakan bumi pada hari Sabtu, menciptakan gunung-gunung di dalamnya pada hari Ahad, menciptakan pepohonan pada hari Senin, menciptakan halhal yang tidak disukai pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, menyebarkan berbagai binatang di bumi pada hari Kamis, dan menciptakan Adam pada hari Jumat sesudah ashar di akhir pencipta­an, di penghujung waktu Jumat, yakni antara waktu ashar sampai malam. (HR Muslim)

 

Tilmidzi: “Bagaimana keadaan Nabi Adam setelah diciptakan-Nya menjadi manusia?”

 

Mudariszi: “Keadaan Nabi Adam setelah menjadi manusia yaitu seperti dijelaskan oleh Rasulullah SAW ini:

 

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Allah menciptakan Adam tingginya 60 hasta.” (HR Bukhari)

 

Tanah asal penciptaan manusia itu dijadikan oleh Allah SWT berada dalam tubuh Nabi Adam sebagai saripati, dan saripati tanah itu lalu dijadikan-Nya sebagai air mani. Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani. (Al Mu’minuun 12-13)

 

Allah SWT menjadikan air mani di tubuh Nabi Adam itu mencakup seluruh air mani anak cucu Nabi Adam hingga kiamat. Hal itu dijelaskan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai berikut:

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Tatkala Allah menciptakan Adam, Allah mengusap punggung Adam, maka rontoklah dari punggung Adam setiap manusia yang Allah Penciptanya dari keturunan Adam sampai hari kiamat dan Allah menciptakan antara kedua mata setiap manusia di antara mereka kilatan cahaya, kemudian Allah memperlihatkan mereka kepada Adam, Adam berkata: Hai Tuhanku, siapa mereka ini? Allah berfirman: Mereka ini adalah keturunanmu.” (HR Tirmidzi)

 

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. (Ath Thaariq 5-7)

 

Tilmidzi: “Apakah Allah SWT mengajarkan Nabi Adam?”

 

Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan perkara itu sebagao berikut:

 

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. (Al Baqarah 31)

 

Nabi Adam menjalani hidupnya dengan para malaikat selama beliau dalam pengajaran Allah SWT. Allah SWT dan Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:

 

Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini. (Al Baqarah 31-33)

 

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Allah berfirman: “Pergilah dan berilah salam kepada malaikat-malaikat itu dan dengarkanlah apa yang mereka hormatkan kepadamu. Itulah penghormatanmu dan penghormatan keturunanmu.” Adam mengucapkan: “Assalaamu’alaikum.” Para malaikat menjawab: “Assalaamu’alaika wa rahmatullah.” (Semoga keselamatan tetap atasmu dan demikian juga rahmat Allah). Mereka menambah wa rahmatullah.” (HR Bukhari)

 

Tilmidzi: “Apakah Nabi Adam menjalani hidupnya dengan hanya seorang diri saja?”

 

Mudariszi: “Allah SWT tidak menjadikan Nabi Adam hidup seorang diri. Pada waktunya, Allah SWT lalu menciptakan manusia kedua berupa perempuan yang Dia jadikannya sebagai isteri Nabi Adam. Allah SWT menjadikan isteri Nabi Adam itu dari tulang rusuk Nabi Adam dengan tujuan agar beliau menyenangi isterinya. Hal itu dijelaskan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai berikut:

 

Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya. (Az Zumar 6)

 

Dia-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. (Al A’raaf 189)

 

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: Wasiatilah wanita, karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk.” (HR Muslim)

 

Nabi Adam lalu menjalani hidupnya bersama isterinya tersebut.”

 

Wallahu a’lam.

Leave a Reply