Dialog Seri 5: 1
Tilmidzi: “Apakah manusia itu diciptakan oleh Allah SWT?”
Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (Al Baqarah 30)
Khalifah dalam firman-Nya di atas adalah manusia, yaitu manusia pertama yang diciptakan-Nya.”
Tilmidzi: “Bagaimana Allah SWT menciptakan manusia pertama itu?”
Mudariszi: “Allah SWT menjelaskan hal itu melalui firman-Nya ini:
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” (Shaad 71)
Adapun tanah yang dimaksud firman-Nya di atas yaitu seperti yang dijelaskan firman-Nya berikut ini:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. (Ash Shaaffaat 11)
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. (Ar Rahmaan 14)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Al Hijr 28)
Dengan Allah SWT menciptakan manusia dari tanah, maka itu berarti Dia menciptakan manusia pertama tanpa Bapak dan Ibu.”
Tilmidzi: “Kapan Allah SWT menciptakan manusia pertama itu?”
Mudariszi: “Allah SWT tidak menjelaskan tahun penciptaan manusia itu, tapi Dia menjelaskan hari dan waktunya, yaitu seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW ini:
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah SAW memegang tanganku, lalu bersabda: “Allah Azza wa Jalla menciptakan bumi pada hari Sabtu, menciptakan gunung-gunung di dalamnya pada hari Ahad, menciptakan pepohonan pada hari Senin, menciptakan hal–hal yang tidak disukai pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, menyebarkan berbagai binatang di bumi pada hari Kamis, dan menciptakan Adam pada hari Jum’at sesudah Ashar di akhir penciptaan, di penghujung waktu Jum’at, yakni antara waktu Ashar sampai malam.” (HR Muslim)
Tilmidzi: “Jika manusia pertama diciptakan dari tanah yang dibentuk (dalam firman-Nya di atas), apakah manusia ketika itu seperti patung?”
Mudariszi: “Boleh jadi ketika manusia itu dibentuk seperti patung, karena Rasulullah SAW juga menjelaskan hal tersebut sebagai berikut
Dari Annas, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Ketika Allah SWT membentuk Adam di surga, Allah SWT membiarkan apa yang ingin dibiarkan–Nya.” (HR Muslim)
Dengan Allah SWT membiarkan manusia yang telah dibentuk-Nya (dalam sunnah Rasulullah di atas) itu, maka bukan tidak mungkin bentuk manusia ketika itu seperti patung.”
Tilmidzi: “Bagaimana Allah SWT menyempurnakan manusia pertama itu hingga menjadi manusia yang hidup atau bernyawa?”
Mudariszi: “Setelah membentuknya, Allah SWT lalu menyempurnakan manusia itu dan kemudian meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuhnya, sehingga manusia itu hidup atau bernyawa. Allah SWT berfirman:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiaannya dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Al Hijr 28-29)
Hidupnya (bernyawanya) manusia itu diketahui dari bersujudnya para malaikat kepada manusia itu, karena Allah SWT melarang para malaikat bersujud kepada benda (patung) mati. Bersujudnya para malaikat kepada manusia pertama itu hanya tunduk mengikuti perintah-Nya dan bukan bersujud menyembah manusia.”
Tilmidzi: “Apakah Allah SWT memberikan nama bagi manusia itu?”
Mudariszi: “Ya! Allah SWT menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Allah menciptakan Adam dari tanah. (Ali ‘Imran 59)
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (Al Hijr 26)
Dengan demikian, Allah SWT menamakan manusia pertama itu Adam (Nabi Adam).”
Tilmidzi: “Bagaimana keadaan tubuh Nabi Adam setelah diciptakan-Nya?”
Mudariszi: “Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Allah menciptakan Adam tingginya 60 hasta.” (HR Bukhari)
Tilmidzi: “Bagaimana Nabi Adam menjalani kehidupannya?”
Mudariszi: “Nabi Adam diajarkan oleh Allah SWT, seperti firman-Nya ini:
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. (Al Baqarah 31)
Selama mendapat pengajaran dari Allah, Nabi Adam menjalani kehidupannya dengan para malaikat. Allah SWT dan Rasulullah SAW menjelaskan hal itu sebagai berikut:
Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” (Al Baqarah 31-33)
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Allah berfirman: “Pergilah dan berilah salam kepada malaikat-malaikat itu dan dengarkanlah apa yang mereka hormatkan kepadamu. Itulah penghormatanmu dan penghormatan keturunanmu.” Adam mengucapkan: “Assalaamu’alaikum.” Para malaikat menjawab: “Assalaamu’alaika wa rahmatullah.” (Semoga keselamatan tetap atasmu dan demikian juga rahmat Allah). Mereka menambah wa rahmatullah.” (HR Bukhari)
Allah SWT menjelaskan pula kepada Nabi Adam tentang anak cucunya yang akan lahir ke dunia hingga hari kiamat, yaitu seperti dijelaskan oleh Rasulullah SAW berikut ini:
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Tatkala Allah menciptakan Adam, Allah mengusap punggung Adam, maka rontoklah dari punggung Adam setiap manusia yang Allah Penciptanya dari keturunan Adam sampai hari kiamat dan Allah menciptakan antara kedua mata setiap manusia di antara mereka kilatan cahaya, kemudian Allah memperlihatkan mereka kepada Adam, Adam berkata: “Hai Tuhanku, siapa mereka ini?” Allah berfirman: “Mereka ini adalah keturunanmu.” (HR Tirmidzi)
Wallahu a’lam.